"Kita nyantai saja. Karena pasti nggak akan berani. Wacana itu hanya untuk bargaining position saja. Karena kalau berani, itu melanggar etika. Wong masih menjabat," kata Mubarok saat dihubungi detikcom, Jumat (23/11/2007).
Menurut Mubarok, jika Golkar mendeklarasikan capres sekarang, Golkar akan dibebani tugas untuk memperbaiki citra karena beban moral yang ditanggungnya.
Komposisi SBY-JK masih dikehendaki PD? "Idealnya memang begitu. Karena periode 5 tahun pertama ini baru meracik bumbu pembangunan. Masaknya pada periode kedua nanti. Kalau ganti lagi ya dari awal lagi," tutur Mubarok.
Tapi kalau JK nanti dicalonkan sebagai capres Golkar, lanjut dia, PD tidak khawatir. "Masih banyak SDM lain yang siap di posisi wapres," tandas Mubarok. (nwk/sss)











































