Ada Upaya Deakbarisasi di Golkar

Akbar Tandjung Institute:

Ada Upaya Deakbarisasi di Golkar

- detikNews
Jumat, 23 Nov 2007 11:15 WIB
Jakarta - Wacana meninggalkan rekrutmen capres ala konvensi menghangat dalam ajang Rapimnas III Partai Golkar. Akbar Tandjung Institute mencium ada upaya deakbarisasi dalam forum rapimnas tersebut."Sejak munas di Bali lalu, sepertinya ada upaya deakbarisasi di tubuh Partai Golkar. Sebab mainstream Partai Golkar sekarang dipengaruhi oleh elit-elitnya di tingkat nasional," ujar Direktur Riset dan Publikasi Akbar Tandjung Institute, M Alfan Alfian dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (23/11/2007).Menurut Alfan, wacana mekanisme penjaringan capres Golkar yang digagas sejumlah elit Golkar terkesan elitis dan mereduksi prinsip demokratis. Alasannya, penjaringan capres dalam konvensi 2004 lalu melibatkan patisipasi aktif kader Golkar hingga tingkat bawah. Meskipun proses tersebut diakuinya membutuhkan waktu lama.Namun gagasan penjaringan capres saat ini dinilainya kurang demokratis dan hanya melibatkan unsur elit Golkar. Dia mencontohkan pelibatan unsur DPP dan DPD I dalam mekanisme penjaringan capres. Berbeda dengan konvensi yang melibatkan seluruh kader Golkar tiap tingkatan."Dalam konvensi, dilibatkan unsur DPD II, DPD I, DPP dan ormas. Jadi semua tingkatan terlibat. Jika sekarang mengandalkan survei, dan hanya melibatkan DPP dan DPD I, kemudian diputuskan dalam rapimnassus, itu berarti mereduksi demokratisasi," cetusnya.Meski demikian, walaupun Akbar telah mundur dari panggung politik, Alfan meyakini Akbar kemungkinan akan tetap ikut serta dalam penjaringan capres Golkar, namun selama sistem baru yang diputuskan rapimnas tidak merombak total konvensi 2004.Ditambahkan dia, mantan Ketum Golkar itu juga akan menunggu keputusan akhir Golkar mengenai mekanisme rekrutmen capres. "Pak Akbar akan tetap ikut jika mekanismenya konvensi, dan masih mempertahankan prinsip demokratis, fair dan terbuka," pungkas Alfan. (rmd/sss)


Berita Terkait