Hal itu dituturkan pakar penerbangan yang juga mantan pilot Rendy Sasmita Adji Wibowo kepada detikcom, Jumat (23/11/2007).
"Itu bisa terjadi. Tapi yang namanya insiden itu tidak disebabkan faktor tunggal. Kalau perawatannya bagus, cover pesawat lepas kemungkinan kecil terjadi," kata Rendy.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertama air frame atau badan dan rangkanya. Kedua engine atau mesinnya, ketiga instrumentasinya. Ahlinya berbeda-beda," kata dia.
Namun, lanjutnya, bisa saja teknisi lalai atau luput memeriksa bagian pesawat. Hal itu bisa disebabkan SDM yang merawat pesawat kelebihan beban kerja, karena teknisinya kurang.
"Mungkin maunya biar cepat, jadi ada bagian yang tidak diperiksa. Kalau diurut ke belakang, bisa menyangkut kebijakan di manajemen, atau pengambil keputusannya," tutur mantan pilot maskapai plat merah ini.
Namun, kalau perawatan sudah bagus, bisa jadi ada kesalahan produsen dalam membuat pesawat. "Kalau maintenance sudah benar, bisa karena manufacture error. Pabriknya juga bisa dituntut," tegas dia.
(nwk/umi)










































