Setelah ditimbang, melon yang diproduksi di Desa Wonokerto, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang itu diketahui seberat 4,266 kilogram. Padahal biasanya berat melon-melon di pasaran tak pernah lebih dari 3 kilogram.
"Dalam catatan kami, tak ada melon seberat itu. Bahkan bisa jadi ini yang terberat sedunia," kata General Manajer MURI, Paulus Pangka di Vinna House Semarang, Jalan Diponegoro, Kamis (23/11/2007) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melon super itu berasal dari Taiwan dan dibudidayakan di beberapa daerah di Indonesia. Namun di Taiwan, berat melon maksimal hanya mencapai 2,5 kilogram.
Dari teksturnya, melon jenis honey globe berkulit putih dan tipis, berdaging tebal dan segar, dan rasanya lebih manis. Daya tahan melon tersebut juga lebih lama dibanding melon biasa, bisa sampai satu bulan.
Sebelum ditanam, beberapa bulan lalu, Yayasan Obor Tani dan Kaum Muda Nahdlatul Ulama (KMNU) melatih kader Kaum Muda "Baru" Petani Indonesia. Satu dua kali, panen mereka gagal mendapatkan hasil maksimal.
"Tapi akhirnya berkat kegigihan teman-teman, pelatihan itu membuahkan hasil. Melon produksi kami, beratnya rata-rata di atas 3 kilogram. Panen dilakukan setelah tiga bulan," kata Koordinator KMNU, M Arif Rubai.
Yang lebih hebat, melon super itu tak menggunakan rekayasa genetika. Anak-anak muda itu menggunakan teknik pertanian konvensional, namun dimodernisasi sebagaimana dilakukan di negara maju. (try/djo)
Hoegeng Awards 2025
Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini