Cover Sayap Rontok, Nasib Batavia Air Bisa Mirip Aloha

Cover Sayap Rontok, Nasib Batavia Air Bisa Mirip Aloha

- detikNews
Jumat, 23 Nov 2007 10:37 WIB
Jakarta - Over wing cover Batavia Air yang terlepas memang tak bisa dianggap remeh. Jika pilot ngotot menerbangkan pesawat sampai tujuan, kasus maskapai penerbangan Hawaii, Aloha Air, terulang lagi.

"Air frame atau cover atas dari Aloha Air lepas dari pintu cockpit sampai setengah badan pesawat. Sampai terlihat kerangka dan tempat duduknya. Satu orang mati tersedot keluar," ujar pakar penerbangan yang juga mantan pilot Rendy Sasmita Adji Wibowo.

Hal itu disampaikannya pada detikcom, Jumat (23/11/2007). Peristiwa itu, lanjutnya, terjadi saat pesawat terbang berada di atas ketinggian lebih dari 20 ribu kaki.

"Itu saat saya jadi pilot, sekitar 1990-an. Pesawat itu mengantar penumpang dari satu kota ke kota lain di Hawaii," papar pria yang malang melintang 33 tahun sebagai pilot ini.

Menurut Rendy, panel-panel di bagian atas sayap pesawat sangat rentan lepas. Karena bentuk sayap yang air foil (menggelembung di atas dan datar di bawah jika dilihat dari samping) membuat tekanan di atas sayap lebih rendah daripada di bawah.

"Itu menurut hukum aerodinamika. Kalau di bawah sayap kan tekanannya tinggi, jadi lebih kuat menempel di badan pesawat," kata dia.

Selain tekanan, lanjutnya, rivet atau paku keling bisa kendor. Padahal, jumlah rivet bisa ratusan dalam 1 panel karena jarak antar rivet hanya 2 centimeter.

"Rivetnya bisa ada yang kendor. Tapi yang jelas rivet panel luar pesawat tidak didesain untuk dibuka tutup, karena itu kuat dan tidak gampang lepas," kata dia.

Kendornya rivet hingga panel terkelupas bisa juga karena berkarat akibat kelembaban udara yang tinggi. Selain itu, lepasnya panel luar juga bisa mengganggu aliran udara di sekitar pesawat dan bisa mengakibatkan guncangan.

"Karena kulitnya tidak halus lagi dan aliran udaranya terganggu. Hukum aerodinamika bisa kacau. Daya angkat ke atasnya bisa turun dan pesawat bisa menukik ke bawah," ujar mantan pilot maskapai plat merah ini.

Dan bila panel luar pesawat yang rusak, pilot tidak bisa mengetahui kondisinya dari instrumen yang dipasang di dalam pesawat. "Tidak bisa dilihat dari dalam cockpit, ada lampu yang menyala misalnya. Bisanya hanya dirasakan ada getaran hebat. Pilot harus kembali," tuturnya. (nwk/umi)


Berita Terkait