Tapi jangan membayangkan ceker yang disajikan benar-benar berasal dari ceker drakula, makhluk penghisap darah yang diceritakan dalam film-film horor.
Sebetulnya hidangan yang disajikan adalah ceker alias kaki ayam yang direbus dengan bumbu khusus. Rasanya lezat, tapi tentunya bagi Anda yang memang menggemari ceker ayam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anda tidak akan menemukan nama drakula di kain penutup warung, karena nama asli warung ini adalah warung Gudeg Cakar Margoyudan Bu Kasno.
Menurut penuturan beberapa pengunjung, sejarah penyebutan ceker drakula berasal dari julukan warga Solo karena warung ini mulai buka pada pukul 01.30 WIB dinihari hingga pukul 07.00 WIB.
"Karena bukanya jam tengah malam, orang-orang menyebutnya ceker drakula," tutur seorang pengunjung.
Ketika detikcom berkesempatan mencicipi ceker drakula pada Jumat (23/11/2007) dinihari, belasan pengunjung tampak asyik menikmati ceker yang disajikan dalam piring.
Penyajiannya pun sederhana. Satu porsi berisi sekitar 10 ceker. Dengan sedikit kuah, ceker yang dalam keadaan panas itu bisa langsung dinikmati.
Rasanya lezat dengan kombinasi sedikit manis. Keunggulan ceker Bu Kasno adalah kelembutan kulitnya dan bumbu yang meresap hingga ke dalam tulang.
Sekali hisap, kulit ceker langsung terlepas dari tulangnya. Sluuurrrpp... Nyam... Nyam... Nyaaamm...
Menurut salah satu karyawan, setiap harinya minimal sekitar 50 kg ceker ayam dihabiskan. Jumlah itu akan bertambah jika pada akhir pekan.
Memang penikmat ceker drakula tidak hanya berasal dari kota Solo, namun banyak juga yang datang dari kota-kota di sekitar Solo.
Sejumlah mobil dengan plat Jakarta, Surabaya, dan Malang tampak parkir di sepanjang Jl Monginsidi. Jalan ini merupakan jalan lintas bagi kendaraan dari luar kota Solo sehingga banyak yang sengaja mampir untuk mengisi perut di sini.
Warung yang sempit tidak mampu menampung pembeli yang biasanya ramai pada pukul 02.00-04.00 WIB. Sebagian menikmati ceker di dalam mobilnya dan ada yang duduk lesehan beralaskan tikar yang disediakan.
Bagi Anda yang tidak terlalu suka ceker ayam, ada menu lain yang disediakan. Gudeg lengkap dengan krecek dan ayam, atau nasi suwir ayam bisa menjadi pilihan.
"Semua lauknya dari ayam," jelas seorang karyawan.
Untuk menemani hidangan tersebut, minuman teh manis panas atau jeruk panas cukup pas.
Harga seporsi cekernya lumayan mahal, yakni Rp 15.000, namun cukup sebanding dengan kelezatan ceker nan lembut dan hangat untuk menikmati malam panjang Anda.
(bal/sss)











































