Jago Golkar Keok di Pilkada Karena Lemahnya Disiplin Kader
Jumat, 23 Nov 2007 03:00 WIB
Jakarta -
Kekalahan Partai Golkar di sejumlah pilkada menjadi cambuk yang harus dievaluasi dalam rapimnas. Salah satu penyebab keoknya jago-jago Golkar di sejumlah Pilkada, karena lemahnya disiplin kader."Salah satu sebabnya, ya karena disiplin kader partai. Mereka tidak ikuti rekomendasi organisasi," ujar Ketua Departemen Organisasi Keanggotaan dan Kaderisasi (OKK) Partai Golkar Yuddy Chrisnandi di sela-sela Rapimnas III Partai Golkar di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (22/11/2007).Yuddy mengatakan, target Golkar meleset untuk mencapai 60 persen dari total penyelenggaraan pilkada. Selama penyelenggaraan pilkada sejak awal, menurutnya, Golkar hanya berhasil mencapai 40 persen.Pukulan paling telak bagi Golkar, Yuddy menambahkan, adalah kekalahan partainya dalam pilkada di Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu. Padahal Sulsel, notabene menjadi lumbung Golkar selama penyelenggaraan pemilu dan menjadi daerah asal Ketum Golkar Jusuf Kalla."Kekalahan ini tentu berdampak secara moral terhadap kader-kader. Apalagi menjelang pemilu 2009," cetus anggota Komisi I DPR ini. Karena itu, dari beberapa penyelenggaraan pilkada yang tersisa hingga 2009 seperti Pilkada Jawa Barat, Yuddy berharap Golkar dapat mengambil pelajaran dari kekalahan Sulsel. Sebab Jabar menjadi lumbung suara Golkar setiap kali pemilu digelar. "Kursi Golkar terbesar di DPR didapat dari Jawa Barat sebanyak 24 kursi. Kalau misalnya Jawa Barat ini Golkar kalah lagi, habislah kita. Harus dievaluasi total," pungkas Yuddy.
(rmd/ary)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































