Peristiwa penipuan telah terjadi pada Abdul Murod, calhaj dari kloter 3 embarkasi Batam. Murod tersesat saat sepulang salat berjamaah dari Masjid Nabawi. Tak lama setelah itu dia dihampiri dua orang yang mengenakan baju hijau telor, mirip seragam PPIH.
Merasa lega telah bertemu petugas, Murod bercerita kondisinya. Dia juga tidak meneliti lebih seksama atribut yang menempel pada pakaian dua orang itu. Ketika dua orang itu meminta tas paspor dan semua bawaan dengan alasan untuk mengetahui identitas, Murod menyerahkan semua bawaannya tanpa menaruh curiga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Murod, ada tiga kasus penipuan lainnya yang kasusnya telah dilaporkan ke kantor Daker Madinah. Semua korban berasal dari calhaj yang menginap di Sektor 1 yang memang lokasinya paling dekat dengan Masjid Nabawi dan pusat perbelanjaan. Rata-rata melapor karena ditipu, namun ada pula yang melapor tasnya dilarikan orang saat sedang menelepon di wartel.
Pelaksana Tugas Pengamanan Daker Madinah, Syarifuddin, mengatakan modus yang dipakai para pelaku kejahatan semakin canggih. Pengamanan tertutup petugas juga tidak akan efektif, apalagi untuk mengamankan ratusan ribu jamaah.
"Kuncinya justru ada pada para jamaah agar lebih berhati-hati jika keluar dari penginapan. Selain itu dianjurkan tidak keluar sendirian, tidak membawa uang dalam jumlah banyak," ujarnya.
Jamaah HilangSelain kasus penipuan, di Madinah juga terjadi kasus lain yaitu jamaah yang pergi dari ruang perawatan. Jamaah tersebut bernama Arifin bin Jang (66) dari kloter 4 embarkasi Batam.
Dia pergi meninggalkan ruang perawatan di Sektor 1 Madinah. Kamis (22/11) pukul 01.00 WAS. Perawat yang akan melihat kondisi Arifin hanya menemukan pakaiannya, sedangkan Arifin telah pergi. Diduga dia pergi tanpa mengenakan pakaian memadai dan tanpa membawa tanda pengenal. Hingga saat ini petugas masih mencari keberadaannya.
(mbr/ary)











































