Data yang diamati pihak Urologi Malignancy 1995-2006 RSCM dan RS Kanker Dharmais menyebutkan kanker prostat mendapat porsi 36 persen.
"Selanjutnya diikuti kanker ginjal 12 persen, kanker testis 11 persen, kanker penis 8 persen," kata pakar hematologi - ontologi - medik DR Dr Djumhana SpPD KHOM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun kanker di Indonesia belum sampai pada level tinggi, sebab masyarakat masih cenderung mengonsumsi makanan bergizi" kata konsultan hematologi RSCM Aru W Sudoyo MD Php FACP.
Kendati demikian, lanjut dia, tingkat pengonsumsian makanan-makanan cepat saji di Indonesia meningkat sekitar 2 persen per tahunnya.
"Ini cikal bakal dari tumbuh dan berkembangnya sel-sel kanker yang mengakar di sel-sel tubuh," ujar Aru.
Immuntherapy
Untuk mengurangi tingkat kematian akibat kanker, saat ini mulai ditawarkan program pemulihan atau terapi dengan inovasi dari para ahli kanker dunia, yakni immuntherapy.
"Terapi ini dilakukan dengan cara menstimulasi genetik dari pembuluh darah. Gen diambil, lalu dimasukkan ke pembuluh darah," tutur Kepala Bakornas Hompedin Prof Dr Arry H Resodiputro SpPD KHOM yang juga Presiden SEAMOF 2007.
Immuntherapy, jelas dia, memiliki tingkat risiko pengobatan yang lebih rendah dibandingkan dengan pembedahan maupun kemotherapy.
"Untuk hasil terbaik, waktu pengobatan atau terapi adalah kurang dari 12 bulan, atau dengan kata lain sebelum mencapai fase 12 bulan sudah dapat dirasakan perubahan yang berarti dari immuntherapy ini," kata Arry.
(sss/ana)











































