Ibas Kawal Program BPBL, Dorong Tak Ada Lagi Rumah Warga Tanpa Listrik

Ibas Kawal Program BPBL, Dorong Tak Ada Lagi Rumah Warga Tanpa Listrik

Rahmat Khairurizqi - detikNews
Selasa, 07 Jul 2026 11:59 WIB
Ibas Kawal Program BPBL, Dorong Tak Ada Lagi Rumah Warga Tanpa Listrik
Foto: MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menegaskan bahwa Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) merupakan wujud kehadiran negara untuk memastikan setiap keluarga dapat menikmati akses listrik yang layak. Menurutnya, listrik bukan hanya kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi penggerak produktivitas, pendidikan, kesejahteraan, serta kualitas hidup masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI saat meninjau pelaksanaan Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) di Pacitan, Jawa Timur, sekaligus memberikan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bertajuk 'Listrik untuk Semua: Program BPBL Menuju Terang dan Sejahtera', Senin (6/7).

Mengawali sambutannya, Anggota Dapil Jawa Timur VII dari Fraksi Partai Demokrat tersebut menegaskan bahwa pembangunan harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, pemerintah daerah, perangkat desa, hingga seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar setiap persoalan masyarakat dapat diselesaikan bersama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hari ini kita masih menghadapi banyak tantangan. Karena itu saya mengajak seluruh pihak untuk terus berkolaborasi dan memastikan tidak ada persoalan masyarakat yang luput dari perhatian kita," ujar Ibas dalam keterangannya, Selasa (7/7/2026).

Dalam kesempatan itu, Ibas menekankan bahwa akses terhadap listrik merupakan bagian penting dari pemerataan pembangunan. Menurutnya, setiap keluarga berhak menikmati penerangan yang layak sebagai fondasi untuk meningkatkan kualitas hidup.

"Hari ini saya datang ke Pacitan untuk mengawal bantuan ini. Saya ingin memastikan tidak boleh ada lagi rumah-rumah di Pacitan, yang masih gelap. Sama seperti kita tidak ingin Indonesia gelap, kita juga tidak ingin hati kita gelap," katanya.

Lulusan S2 Nanyang Technological University (Singapura) tersebut mengapresiasi Desa Gesang yang menjadi salah satu penerima prioritas Program BPBL. Sebanyak 20 rumah kini telah menikmati sambungan listrik baru sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman.

"Alhamdulillah, disini mendapatkan prioritas pemasangan listrik untuk 20 rumah. Mungkin bagi sebagian orang listrik adalah hal yang biasa, tetapi bagi saudara-saudara kita yang selama ini belum memilikinya, listrik membawa perubahan besar dalam kehidupan sehari-hari," ungkapnya.

Menurut Ibas, hadirnya listrik tidak hanya memberikan penerangan pada malam hari, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk belajar, bekerja, dan meningkatkan produktivitas keluarga.

"Anak-anak dapat belajar dengan lebih baik pada malam hari. Keluarga juga bisa beraktivitas dengan lebih nyaman. Listrik menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat," ujarnya.

Lulusan S3 IPB University itu menjelaskan bahwa sambungan listrik berkapasitas 450 hingga 900 VA yang diterima masyarakat diharapkan mampu mendukung berbagai kegiatan produktif rumah tangga serta mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat desa.

Di sisi lain, Ibas juga menegaskan pentingnya menjaga keandalan pasokan listrik nasional. Menurutnya, seluruh pihak harus memastikan tidak ada kebijakan maupun kendala distribusi energi yang mengganggu pelayanan listrik kepada masyarakat maupun dunia usaha.

"Kita tidak boleh membiarkan Indonesia mengalami kegelapan akibat persoalan yang sebenarnya bisa diantisipasi. Pasokan energi harus dijaga, kebijakan harus berpihak kepada masyarakat dan dunia usaha agar aktivitas ekonomi terus berjalan dengan baik," tegas Wakil Ketua Dewan Penasihat KADIN tersebut.

Selain itu, Ibas turut mengapresiasi komitmen PLN dalam menjalankan Program BPBL yang telah membantu ratusan keluarga memperoleh sambungan listrik baru.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN. Hari ini secara keseluruhan ada sekitar 600 rumah yang mendapat bantuan pemasangan listrik. Indonesia harus terang, rakyat harus terang, sehingga Indonesia semakin sejahtera dan masyarakat semakin bahagia," tutur Wakil Ketua Umum Partai Demokrat.

Salah satu penerima manfaat Program BPBL, Malik Maulana, mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Sebelumnya, dirinya bersama keluarga harus meminjam aliran listrik dari tetangga untuk memenuhi kebutuhan penerangan pada malam hari.

"Alhamdulillah sekarang rumah kami sudah memiliki listrik sendiri. Dulu kalau malam harus meminta bantuan aliran listrik dari tetangga. Sekarang keluarga kami bisa tinggal lebih nyaman, anak-anak juga bisa belajar dan beraktivitas dengan lebih baik. Terima kasih kepada pemerintah, PLN, dan Mas Ibas atas bantuan ini," ujar Malik.

Adapun Program BPBL di Desa Gesang menjadi bagian dari upaya memperluas akses listrik bagi masyarakat yang belum menikmati sambungan listrik mandiri. Kehadiran program tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, tetapi juga memperkuat produktivitas keluarga serta mendorong pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa.

Sebagai informasi, turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, Ketua DPRD Kabupaten Pacitan Arif Setia Budi, Manager UP3 PLN Pacitan Herdina Tri Handayani, Camat Tulakan Harian Witri, Kepala Desa Gesang Saswito, penerima manfaat BPBL Malik Maulana, serta Anggota DPRD Kabupaten Pacitan Baginda Rahardian Pratama, Windardi, Rudi Handoko, Warkim, Warso, dan Willy Rizky Cahaya bersama tokoh masyarakat yang mengikuti kegiatan sosialisasi dan peninjauan Program BPBL.

Simak juga Video: 5.700 Desa Belum Ada Listrik, Bahlil Targetkan 2029 Semua Terang

(ega/ega)


Berita Terkait