"Konvensi itu menggunakan bahasa yang dipinjam dari barat. Besok akan tetap ada, tetapi bentuknya yang berbeda sebagaimana yang diatur dalam AD/ART partai," kata Agung di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (22/11/2007).
Menurut ketua DPR ini, dalam sistem yang baru itu Partai Golkar akan tetap mengakomodir tokoh-tokoh yang tidak berada di struktur partai untuk ikut dalam sistem yang disebut rapat pimpinan nasional khusus (Rapimnasus). Selama ini dalam penentuan calon di pilkada sudah dilaksanakan dengan baik melalui Rapimda atau Rapimdasus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cara lain untuk menjaring calon presiden dari Partai Golkar, lanjut Agung, selain Rapimnasus juga melakukan survei langsung. Sehingga Golkar tahu betul kekuatan kader-kader yang layak dicalonkan jadi presiden.
(mly/ary)











































