Gunung Anak Krakatau (GAK) yang berstatus level siaga di perairan Lampung Selatan, kembali mengalami erupsi. Letusan tersebut memuntahkan abu vulkanik setinggi 150 meter dari puncak gunung.
Berdasarkan laporan Pos Pengamatan GAK periode pengamatan pukul 12.00-18.00 WIB, asap gunung api dengan status level III siaga itu tampak jelas hingga sesekali tertutup kabut. Asap dari kawah utama teramati berwarna putih dengan intensitas tipis, sedang hingga tebal, dengan ketinggian berkisar 10-150 meter di atas puncak.
Petugas Pos Pengamatan GAK Muhammad Dika Nurzaman dalam laporan resminya menyebutkan kondisi cuaca di sekitar gunung didominasi cerah hingga mendung dengan angin bertiup lemah ke arah barat laut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Gunung jelas hingga kabut 0-I. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis, sedang, tebal dan tinggi 10-150 meter di atas puncak kawah," tulis Muhammad Dika Nurzaman dalam laporan aktivitas dilansir detikSumbangsel, Senin (6/7/2026).
Selain aktivitas visual, tercatat pula aktivitas kegempaan berupa 24 kali gempa harmonik dengan amplitudo 1,7-21,1 milimeter dan durasi 27-1.058 detik. Kemudian, terjadi satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 24 milimeter, S-P 272 detik, serta durasi 1.400 detik.
Dalam laporan tersebut juga disebutkan kondisi gelombang laut di sekitar GAK terpantau tenang.
Baca selengkapnya di sini.
Lihat juga Video 'Gunung Anak Krakatau Erupsi, Kini Statusnya Waspada':
(rfs/ygs)










































