"Kita Tunggu itikad baiknya, kerugian materi tidak terlalu besar. Kita ingin mereka minta maaf," kata Misi, pengurus RW 05 saat ditemui detikcom di rumahnya, Kamis (22/11/2007).
Dari pantauan, di rumah Ustad Adih (40), kerusakan tidak terlalu parah. Meski serpihan terbesar ditemukan di sekitar rumahnya, tidak ada kerusakan berarti. "Sebab jatuhnya di atas pohon," kata dia.
Sementara di rumah Alar (51), ditemukan serpihan berukuran 60 cm. Serpihan itu menimpa genting rumah. Namun Alar sudah memperbaikinya.
Di kampung ini sedikitnya ditemukan 6 serpihan yang kemudian dilaporkan ke Polsek Sepatan Timur, Tangerang, Banten.
Warga juga sempat menghubungi pihak Batavia Air untuk mengonfirmasi masalah ini karena jatuhnya serpihan bersamaan dengan jadwal penerbangan Batavia. Namun diperoleh keterangan, serpihan itu bukan milik Batavia. "Bisa jadi itu pesawat milik militer," kata Adih.
Meski bukan milik Batavia, di saat yang sama Rabu 21 November 2007 pukul 17.00 WIB, pesawat Batavia rute Jakarta mengalami masalah dengan over wing cover-nya yang copot.
Namun pilot kemudian memutuskan untuk kembali ke bandara untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan.
Pemerintah Harus Tegas
Soal masalah teknis yang menimpa pesawat komersial ini, anggota Komisi V (FPAM) Putra Jaya Husein meminta pemerintah bertindak tegas terhadap operator yang terbukti melakukan pelanggaran prosedur.
Pemerintah lewat DSKU juga harus mengusut jika ada anggotanya di lapangan yang bermain mata dengan operator, sehingga fungsi kontrol dan pengawasan diabaikan.
"Kita minta pada pemerintah untuk lebih tegas pada operator yang melakukan pelanggaran prosedur, karena terkait dengan harga nyawa manusia," katanya.
Menurut Putra, insiden yang terjadi pada Batavia Air sangat disesalkan karena terbukti pengawasan kelaikan terbang masih sangat rendah. Padahal, tuntutan publik dan peringatan DPR terkait perlunya memperhatikan faktor keselamatan sangat ketat.
"Saya memakai mobil 5 tahun lebih saja nggak ada yang sampai jatuh. Ini pesawat, angkut manusia lagi, masak bisa sampai begitu. Ini sangat disesalkan," katanya.
Sementara Wakil Ketua Komisi V Yosef Umar Hadi kaget mengetahui ada bagian pesawat Batavia yang jatuh. Sebab ini mengindikasikan pengawasan dan keselamatan penumpang masih sangat rendah.
(umi/ana)











































