"Sebelum diterbangkan diperiksa dulu dan tidak ditemukan kerusakan, semua lengkap," ungkap Deputi Direktur Keselamatan Batavia Moh Yamin kepada detikcom dan Lativi di kantornya, Jalan H Djuanda, Jakarta, Kamis (22/11/2007).
Namun di atas ketinggian kurang dari 10 ribu kaki, pilot menemukan ada yang tidak beres pada bagian over wing cover yang bisa menyebabkan turbulensi, sehingga diputuskan melakukan air return to base.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah mendarat kembali dan dilakukan pemeriksaan ulang ternyata over wing cover sudah copot. "Bagian penutup sayap pesawat ini berfungsi untuk menutupi rangka sayap yang sangat mempengaruhi aerodinamika pesawat," ujarnya.
Setelah mendarat kembali, Batavia kemudian memindahkan semua penumpangnya yang berjumlah 138 orang ke sebuah pesawat pengganti dan menerbangkan mereka ke Pontianak.
Sementara di Desa Gempol Sari, Sepatan Timur, Tangerang, saat yang bersamaan warga menemukan serpihan sayap pesawat di atap rumah mereka, sehingga dikaitkan dengan Batavia.
Pihak Batavia saat ini sedang menunggu konfirmasi dari pihak bandara karena kasus ini.
"Jadi kita tunggu saja. Kalau ditemukan cepat lebih bagus, kita segera konstruksi kenapa itu bisa terjadi," ujar Yamin.
Bagian pesawat yang copot berukuran sekitar 40x50 cm dengan berat tidak sampai 5 kg. Sementara serpihan sayap yang ditemukan warga panjangnya sekitar 2 meter.
(umi/mar)











































