Namun karena asyik mewawancarai warga, seorang reporter dan kamerawan dari sebuah stasiun TV swasta tertinggal rombongan.
Peristiwa ini terjadi saat Mega mengunjungi warga di Lapangan Pema, Kecamatan Ngunut, Tulungagung, Jawa Timur, Kamis (22/11/2007).
Kedua wartawan yang sedang melaksanakan tugas jurnalisnya itu tidak sadar ketika rombongan mulai bergerak.
Kepanikan pun terjadi di dalam bus wartawan. "Pak, rekan dari SCTV belum naik Pak," teriak wartawan kepada staf dari DPP.
Tapi tak ada yang bisa dilakukan untuk menghentikan bus karena akan mengganggu konvoi kendaraan di belakangnya.
Kedua wartawan tersebut kemudian mengejar dengan motor. Sang reporter berhasil mencegat bus wartawan di sebuah perempatan. Dengan wajah tegang dan panik reporter tersebut naik ke mobil. "Duh kamerawan gue masih ketinggalan," curhatnya.
"Ya sudah, kejar saja di Trenggalek," sahut staf DPP.
Memang setelah dari Tulungagung, rombongan Mega menuju Trenggalek.
Saat rombongan tiba Trenggalek, sang kamerawan belum juga tiba. Rupanya motor yang ditumpanginya tidak bisa melaju kencang.
Setelah 30 menit menunggu, akhirnya kamerawan tersebut tiba. Sama seperti rekannya, wajahnya pun terlihat tegang dan panik. Uang sebesar Rp 100 ribu pun melayang untuk membayar ojek motor. Fiuhhh...
(bal/sss)











































