Napi LP Pekanbaru Tewas, Keluarga Duga Dianiaya Polisi

Napi LP Pekanbaru Tewas, Keluarga Duga Dianiaya Polisi

- detikNews
Kamis, 22 Nov 2007 15:52 WIB
Pekanbaru - Seorang narapidana di LP Pekanbaru tewas mendadak. Sekujur tubuhnya terlihat bekas luka memar. Pihak keluarga menduga napi itu telah dianiaya polisi.

"Matanya terlihat bekas menangis," kata Anis (29), istri Napi Alfin Saputra (29) yang tewas, Kamis (22/11/2007) di LP Pekanbaru, Jl Lembaga, Kawasan Gobah, Pekanbaru.

Alfin baru 10 hari menjadi tahanan LP Pekanbaru. Dia divonis 5 tahun penjara oleh PN Pekanbaru dalam kasus pencabulan awal pekan lalu.
 
Jenazah Alfin kemudian dibawa ke RSUD Pekanbaru, Jl Hangtuah. Anis meminta mayat suaminya divisum. Dia curiga atas bekas luka di sekujur tubuh suaminya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya tidak bisa menerima begini saja atas kematian suami saya. Bekas luka memar di dada, punggung dan kepalanya bukanlah luka yang baru. Itu bekas luka lama yang kemungkinan disiksa saat menjadi tahanan di kantor polisi," kata Anis.

Anis menjelaskan, sebelum dijebloskan ke LP Pekanbaru, suaminya menjadi tahanan Polsek Sukajadi. Selama dalam tahanan polisi memang suaminya tidak pernah mengeluhkan apa-apa. Tapi di tahanan polisi, sang suami terlihat penuh dengan ketakutan.
 
"luka memar yang ada pada almarhum merupakan luka lama. Tentulah penganiyaan itu dilakukan di kantor polisi. Dalam masalah ini saya akan menuntut polisi. Sebab, kamatiannya sangat tidak wajar," ungkap Anis.

Pihak LP Pekanbaru menyebutkan kematian Alfin karena sakit perut. Namun Anis tidak percaya begitu saja.

"Petugas LP memberi keterangan pada kami, kalau suami saya meninggal karena sakit perut. Keterangan mereka itu tidak masuk akal," tutur Anis geram.
 
Kapolsek Sukajadi AKP Sapta Marpaung membatah keras tuduhan ini. Namun demikian dia berjanju akan menyelidiki kasus ini. Jika memang ada bukti kuat anggotanya melakukan penganiayaan, maka akan ditindak tegas.
 
"Kita siap untuk menindaklajuti kecurigaan keluarga. Kita masih menunggu hasil visum apakah benar ada penganiyaan atau tidak," kata Sapta.
(cha/djo)



Berita Terkait