Marak Politik Uang Bukan Berarti Konvensi Golkar Harus Dihapus

Marak Politik Uang Bukan Berarti Konvensi Golkar Harus Dihapus

- detikNews
Kamis, 22 Nov 2007 15:47 WIB
Jakarta - Konvensi untuk menjaring capres dari Partai Golkar pada 2004 tak dipungkiri kental dengan nuansa politik uang. Namun konvensi tetap masih dianggap perlu dilakukan Golkar.

"Acara semisal kongres, muktamar, munas juga sering diwarnai dengan politik uang. Tapi bukan lantas acara-acara seperti itu ditiadakan kan?" kata mantan ketua konvensi Golkar, Slamet Effendi Yusuf, kepada detikcom, Kamis (22/11/2007).

Slamet mengusulkan agar konvensi Golkar diperbaiki sistemnya. "Agar tidak terjadi lagi politik uang," kata dia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, konvensi tidak sepenuhnya buruk. Konvensi justru memberi sumbangan pada kemenangan Golkar pada Pemilu 2004 karena mendongkrak nama baik partai.

"Kalau Golkar sekarang mau memilih calon dengan cara lain, silakan saja. Tapi tidak perlu mengatakan konvensi yang dulu buruk," ujar anggota FPG DPR ini.

Menurut Slamet, konvensi merupakan amanat konstitusi yang harusnya dilakukan oleh setiap partai.

"Bagi saya konvensi memang sesuatu yang baik, dan ada kaitannya dengan bunyi pasal dalam UUD 1945 yang mengatakan presiden dan wakil presiden dipilih oleh rakyat. Jadi, konvensi adalah amanat konstitusi," kata Slamet.
(anw/sss)


Berita Terkait