Deputi Direktur Keselamatan Batavia Moh Yamin mengungkapkan, bagian pesawat rute Jakarta-Pontianak tipe B737-400 yang jatuh adalah over wing cover bagian kiri.
"Dan itu bisa mengganggu karena bisa menyebabkan turbulensi," ungkap Yamin kepada detikcom dan Lativi di kantornya, Jalan H Djuanda, Jakarta, Kamis (22/11/2007).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun sekitar 10 menit setelah take off di ketinggian kurang dari 10 ribu kaki, terjadilah hydraulic problem, sehingga pesawat kembali ke bandara.
"Pilot menemukan ada yang tidak beres di bagian over wing cover. Jadi kembali ke bandara, tapi nggak apa-apa semua smooth," ujarnya.
Setelah dicek, imbuh dia, ada bagian pesawat yang lepas yakni over wing cover yang berukuran 40 x 50 cm dengan berat kurang dari 5 kg.
"Kalau dilihat dari konturnya itu (serpihan di Tangerang) sepertinya bukan. Biasanya ada part identification number di setiap bagian pesawat. Ini belum ditemukan. Jadi dari kontur sepertinya bukan, bisa jadi yang ditemukan karena kesamaan catnya saja," beber dia.
Semula pihak administrator Bandara Soekarno-Hatta Herry Bhekti menuturkan, serpihan pesawat yang jatuh di Desa Gempol Sari, Sepatan Timur, Tangerang, milik Batavia Air. Namun belakangan pernyataan itu dikoreksi lagi.
(umi/ana)











































