Serpihan itu ternyata bukan bagian dari badan pesawat Batavia Air bernomor BTV 207, jenis Boeing 737 kode PKY TP rute Jakarta-Pontianak.
Diakui Herry, terjadi kekeliruan, sebab pada saat serpihan itu ditemukan, Batavia juga mengalami masalah teknis dalam penerbangannya, sehingga harus kembali ke Bandara Soekarno-Hatta.
"Jadi bukan milik Batavia, strukturnya tidak cocok. Memang saat itu (Rabu) Batavia melakukan air return to base, kembali ke bandara karena hydraulic problem," jelas dia kepada detikcom, Kamis (22/11/2007).
Untuk kasus serpihan yang ditemukan warga RT 03 RW 05, Kampung Malang, Desa Gempol Sari, Sepatan Timur, Tangerang, Banten, pihaknya masih melakukan penyelidikan.
"Kita belum tahu itu serpihan pesawat apa, masih diselidiki," tegas Herry. (umi/sss)











































