Aphelion 2026: Kapan Terjadi di Indonesia dan Apa Dampaknya?

Aphelion 2026: Kapan Terjadi di Indonesia dan Apa Dampaknya?

Widhia Arum Wibawana - detikNews
Senin, 06 Jul 2026 14:30 WIB
Ilustrasi bumi, matahari, dan bintang
Ilustrasi bumi dan matahari (Foto: Getty Images/iStockphoto/egal)
Jakarta -

Bumi akan kembali mengalami fenomena aphelion pada Juli 2026. Fenomena astronomi ini rutin terjadi setiap tahun dan kerap menjadi perhatian masyarakat karena sering dikaitkan dengan berbagai informasi yang keliru.

Lantas, apa itu aphelion, kapan terjadinya di Indonesia, apakah berbahaya, dan adakah dampaknya bagi cuaca maupun kesehatan? Berikut penjelasannya berdasarkan keterangan resmi dan sumber ilmiah.

Apa Itu Aphelion?

Aphelion adalah kondisi ketika Bumi berada pada titik terjauh dari Matahari dalam lintasan orbitnya mengelilingi Matahari. Merujuk penjelasan Time and Date, orbit Bumi berbentuk elips sehingga terdapat dua titik penting, yaitu perihelion sebagai titik terdekat dan aphelion sebagai titik terjauh dari Matahari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peristiwa ini terjadi setiap tahun sebagai bagian dari siklus orbit Bumi. Meski berada pada jarak terjauh dari Matahari, perbedaan jaraknya hanya sekitar 3 persen dibandingkan saat perihelion sehingga tidak menimbulkan perubahan yang dapat dirasakan secara langsung.

Kapan Aphelion Juli 2026 Terjadi di Indonesia?

Merujuk data astronomi yang dimuat Time and Date dan SpaceDaily, aphelion tahun ini terjadi pada 6 Juli 2026 pukul 17.30 UTC. Jika dikonversi ke Waktu Indonesia Barat (WIB), fenomena tersebut berlangsung pada Selasa, 7 Juli 2026 pukul 00.30 WIB.

Karena itu, masyarakat di Indonesia akan mengalami aphelion pada 7 Juli 2026 dini hari. Fenomena ini berlangsung secara global sehingga tidak hanya terjadi di wilayah tertentu, melainkan dialami seluruh Bumi pada waktu yang sama.

Meski begitu, fenomena aphelion tidak dapat diamati secara kasatmata. Perubahan jarak Bumi dengan Matahari sangat kecil sehingga tidak menimbulkan perbedaan visual dalam kehidupan sehari-hari.

Apakah Aphelion Berbahaya?

Jawabannya adalah tidak. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam siaran persnya menegaskan bahwa aphelion merupakan fenomena astronomi yang terjadi setiap tahun dan tidak membahayakan kehidupan di Bumi.

BMKG juga menjelaskan bahwa aphelion tidak menyebabkan penurunan suhu secara ekstrem, memicu penyakit tertentu, maupun menjadi penyebab meningkatnya penyebaran virus. Berbagai informasi yang mengaitkan aphelion dengan dampak kesehatan tersebut tidak memiliki dasar ilmiah.

SpaceDaily turut menjelaskan bahwa musim di Bumi tidak ditentukan oleh jarak Bumi terhadap Matahari. Pergantian musim terjadi karena kemiringan sumbu rotasi Bumi yang memengaruhi sudut datang sinar Matahari ke masing-masing belahan Bumi.

Apa Dampak Aphelion Bagi Wilayah Indonesia?

Menurut BMKG, aphelion tidak memberikan dampak signifikan terhadap kondisi cuaca di Indonesia. Cuaca di Indonesia lebih dipengaruhi oleh berbagai faktor atmosfer dan dinamika iklim, seperti angin muson, suhu permukaan laut, serta kondisi atmosfer lainnya.

Secara astronomi, dampak yang terjadi saat aphelion hanya berupa posisi Bumi yang berada paling jauh dari Matahari dalam satu tahun. Pada saat yang sama, kecepatan orbit Bumi juga sedikit lebih lambat dibandingkan ketika berada di dekat Matahari. Namun, perubahan tersebut tidak menimbulkan pengaruh yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir apabila muncul informasi yang mengaitkan aphelion dengan cuaca ekstrem, suhu dingin yang tidak wajar, maupun berbagai klaim kesehatan. BMKG mengimbau masyarakat untuk memperoleh informasi dari sumber resmi dan tidak mudah mempercayai hoaks yang beredar di media sosial.

Lihat juga Video: Jarak Matahari-Bumi Bisa Bervariasi, Apakah Ini Mempengaruhi Cuaca?

(wia/zap)


Berita Terkait