Insiden pemukulan itu berawal saat 5 wartawan dari media cetak menyambangi tempat kejadian perkara (TKP), jatuhnya Joshua, mahasiswa Falkutas Hukum, dari 12 Gedung Yustinus, Unika Atma Jaya, Jakarta, Kamis (22/11/2007).
Wartawan detikcom dan teman-temannya pun mencoba bertanya kepada seorang mahasiswa yang bersama 4 rekannya menggotong mayat Joshua ke ambulans.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukannya mendapat jawaban, tetapi mahasiswa itu langsung menghardik.
"Apa sih...pergi...pergi...," usir mahasiswa berambut keriting dan bertubuh gempal.
Mahasiswa yang menonton bergerombol pun ikut membentak. "Apa lu...hapus....hapus...," perintah mereka.
Wartawan detikcom yang tengah mengambil gambar jasad Joshua pun terpaksa menghapusnya.
"Pers...," kata wartawan. Tetapi mahasiswa justru bertambah beringas. Wartawan detikcom pun lari menyelamatkan diri.
Tiba-tiba pria berambut keriting, berkulit hitam, dan bertubuh gempal mengejar dan memukul kepala bagian belakang hingga 2 kali. Buk...buk..!
Tidak hanya itu, rekan-rekannya pun ikutan mengejar. Akhirnya wartawan pun diamankan satpam dan polisi yang tiba di lokasi. Wartawan terpaksa gigit jari dan berkumpul di belakang mobil polisi.
(aan/ana)











































