"Tolong, Anda menghormati pertemuan ini. Saya pimpinan rapat di sini. Anda tidak boleh seenaknya," kata Kepala Dishub Kota Semarang, Andi Agus W di lantai dua Gedung Balaikota Semarang, Jalan Pemuda, Kamis (21/11/2007).
Dengan wajah terlihat geram, Andi mengungkapkan dirinya adalah orang asli Semarang. Dia mengaku bisa bertindak keras jika berhadapan dengan siapa pun. Termasuk dengan para sopir taksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anda kan bawahannya, tidak mungkin dong tidak tahu dimana walikota berada. Pokoknya kami minta bertemu walikota agar Blue Bird batal masuk ke Semarang," kata seorang sopir menyela omongan Andi.
Andi tampak jengkel. Sebab para sopir seperti tak mau tahu birokrasi pemerintahan. Padahal Andi sudah meyakinkan bahwa aspirasi sopir taksi pasti akan disampaikan ke walikota.
"Saya tidak bisa memutuskan apakah Blue Bird masuk atau tidak di Semarang. Yang punya kewenangan walikota. Tolong, sekarang Anda beroperasi dulu, nanti semua akan saya sampaikan ke walikota," kata Andi.
Sopir taksi dan pengusaha tetap ngotot ingin bertemu walikota. Tanpa kata sepakat, akhirnya sopir taksi mengalah. Yang diizinkan bertemu walikota hanya pengusaha.
Kecewa dengan hasil pertemuan itu, para sopir taksi enggan meninggalkan balaikota. Mereka mengancam akan memarkir kendaraanya di tengah jalan hingga 2 hari ke depan. Hingga pukul 13.00 WIB, sopir taksi masih duduk-duduk di sekitar balaikota. (try/djo)











































