Seorang warga, Shinta Ardani (25) mengatakan, saat meminta dijemput taksi, operator menjawab tak bisa melayani. Pasalnya, tak ada satu puntaksi yang beroperasi.
"Kata operator, maaf, untuk sementara saat ini kami tidak bisa melayani," kata Shinta menirukan ucapan operator Taksi Pandu dan Kosti Semarang kepada detikcom, Kamis (21/11/2007).
Shinta menambahkan saat mencegat taksi di jalan, sopir taksinya cuek. Taksi tersebut melaju seolah tak membutuhkan penumpang.
"Taksinya melenggang begitu saja. Akhirnya saya minta dijempet teman," ungkap mahasiswa STIK Semarang yang hendak mendatangi acara diskusi di Hotel Santika ini.
Sebagian besar warga Semarang memang tak tahu adanya unjuk rasa sopir taksi. Tak heran saat hendak memesan taksi, mereka ditolak operator. Saat dicegat, sopir taksi yang kebetulan melintas juga enggan melayani.
Hingga kini, tak ada satu pun taksi yang beroperasi di Semarang. Sekitar 1.000 taksi yang biasa beroperasi masih mengikuti unjuk rasa menolak rencana kehadiran Taksi Blue Bird di Semarang. (try/djo)











































