Gagasan tersebut disampaikan oleh Direktur Walhi (Wahana Lingkungan Hidup) Bali Ni Nyoman Sri Widhiyanti kepada detikcom, Kamis (22/11/2007). "Jika dunia melaksanakan Nyepi, maka bumi akan dapat beristirahat selama sehari. Efeknya adalah kadar emisi yang mencemari lingkungan bisa menurun," kata dia.
Sri menambahkan Nyepi adalah salah satu bentuk upaya dari negara berkembang untuk menurunkan kadar emisi. "Negara kecil bisa melakukannya, padahal kitalah yang terkena dampak paling besar dari efek pemanasan global ini. Negara-negara maju seperti Amerika dan Australia hanya bisa mendesak kita melakukannya, padahal mereka tidak melakukan apa-apa," katanya.
Ide tersebut akan didengungkan para aktivis lingkungan di Bali pada "Parade Budaya untuk keadilan Lingkungan" yang bakal digelar pada 8 Desember 2007. Parade ini diikuti oleh aktivis lingkungan dari Bali, nasional dan internasional.
Parade ini bakal digelar di Lapangan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, jalan Puputan Raya Renon, Denpasar. "Kita tidak melakukan parade di Nusa Dua karena akan kesulitan memasuki kawasan itu serta terikat masalah keamanan yang sangat ketat," kata dia.
Dalam parade itu bakal digelar beberapa aktivitas yang temanya mengajak negara di seluruh dunia untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Kegiatan tersebut antara lain, parade budaya, pameran, pasar rakyat serta diskusi publik. (gds/asy)











































