Hal itu diungkapkan Kasat Reskrim Poltabes Solo, AKP Syarif Rahman, di kantornya, Jl Adi Sucipto, Solo, Kamis (22/11/2007).
"Hari ini kita memanggil Heidi untuk meminta keterangan bagaimana arca itu bisa ada di sana. Tapi sampai sekarang yang bersangkutan belum datang," kata Syarif.
Selain Heidi, Poltabes Solo juga berniat memeriksa warga negara asing yakni, Hugo Kreijger. Dia disebut-sebut berprofesi sebagai dealer dan konsultan benda-benda seni.
Dari tangan Hugo inilah Hashim membeli kelima arca itu dan kemudian menyimpannya di rumahnya. Hal itu sebagaimana diungkapkan Fadli Zon, orang dekat Hashim.
"Sedangkan pemanggilan untuk Pak Hashim baru dilakukan besok," ungkap Syarif. (djo/djo)











































