TPA Pakusari Jember Kebakaran Siang Tadi, Diduga Akibat Puntung Rokok

TPA Pakusari Jember Kebakaran Siang Tadi, Diduga Akibat Puntung Rokok

Antara - detikNews
Sabtu, 04 Jul 2026 23:04 WIB
Kebakaran yang terjadi di TPA Pakusari pada Sabtu (4/7/2026).
Foto: ANTARA/Zumrotun Solichah
Jakarta -

Kebakaran terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pakusari di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Kebakaran ini diduga akibat puntung rokok yang belum mati sempurna.

"Telah terjadi kebakaran lahan di area pembuangan sampah TPA Pakusari," kata Petugas TPA Pakusari Mohammad Holik, dilansir Antara, Sabtu (4/7/2026).

Menurut Holik, petugas yang ada langsung bergerak cepat untuk memadamkan kobaran api di lahan TPA tersebut, karena ada pemukiman warga yang berada tidak jauh dari lokasi kebakaran lahan pengolahan sampah tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami juga menghubungi pihak Damkar agar bisa membantu pemadaman api yang terus meluas akibat angin kencang dan musim kemarau," ucapnya.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Edy Budi Susilo mengatakan pihaknya telah menerima laporan terbakarnya TPA Pakusari.

"Kebakaran lahan TPA Pakusari diperkirakan sekitar 500 meter persegi," ujar Edy.

Ia menjelaskan api penyebab kebakaran diduga karena puntung rokok yang belum mati sempurna dan dipicu angin kencang di sekitar lokasi selama musim kemarau.

"Angin di sekitar area lahan cukup kencang, sehingga membuat api terus membesar dan menjalar ke area lahan pembuangan sampah TPA Pakusari," katanya.

Tim Damkar dan BPBD Jember melakukan pemadaman dan pendinginan secara sempurna agar bara api benar-benar padam dan akhirnya bisa dipadamkan pada sore hari tadi.

"Kami juga mendistribusikan air bersih di sekitar area TPA Pakusari dan membagikan masker kepada warga sekitar," katanya.

Edy mengimbau masyarakat tidak membuang puntung rokok sembarangan yang dapat memicu kebakaran di lahan.

(fas/fas)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini