Aksi berlangsung di depan sebuah lahan seluas dua kali lapangan sepakbola di Pondok Cabe Udik. Rencananya di atas lahan yang dikelilingi pagar besi itu akan didirikan sebuah rumah ibadah.
"Tiap akhir pekan di tanah lapang ini diadakan misa bersama dan akan dibangun Gereja Barnabas. Kami menolak, karena mayoritas warga di sini muslim," kata koordinator aksi, Zarkasih, Kamis (22/11/2007).
Menurutnya, hampir seluruh jemaat misa tersebut berasal dari luar wilayah Pondok Cabe. Maka dari itu rencana pembangunan gereja di lahan seluas 4.000 m2 tersebut sangat tidak layak.
"Kalau akhir pekan ini masih ada misa, kami akan melakukan tindakan tegas dan membubarkannya," ancam Zarkasih usai memasang dua spanduk penolakan pembangunan gereja di pagar lahan.
Unjuk rasa yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB ini merupakan aksi yang kedua. Pada aksi pertama tahun lalu, sempat terjadi kerusuhan karena ada perlawanan dari pihak gereja.
Untung saja kali ini tidak ada aksi kekerasan. Sebuah rumah dan bengkel kecil milik pendeta yang berada di dalam areal lahan, terlihat tidak ada penghuninya.
Tapi tak urung hingar bingar orasi dan aksi massa mengenakan atribut keagamaan itu menambah kemacetan Jl Raya Pondok Cabe. Para pengendara yang terjebak kemacetan, menyempatkan sejenak berhenti menonton aksi.
(lh/sss)











































