Melirik Geliat Pattaya
Pakailah Bahasa Kalkulator
Kamis, 22 Nov 2007 09:50 WIB
Pattaya - Selain kehidupan malam, Kota Pattaya juga menyiapkan cinderamata khas Thailand. Namun, keterbatasan bahasa menjadi kendala, karena hampir seluruh pedagang di kota ini tidak mengerti bahasa Inggris. Kalkulator pun menjadi bahasa yang universal.Ini terbukti ketika wartawan detikcom Maryadi berada di Pattaya pada Selasa 20 November 2007 malam mencoba menawar sebuah kaos di salah satu pinggiran jalan kota tepi pantai ini.Saat tengah memilih barang-barang, si penjual yang kebetulan wanita setengah baya lalu berbicara dengan bahasa Thailand yang tentu saja sulit dimengerti. Mahfum karena penjual ini mengira detikcom adalah penduduk Thailand.Kesulitan berbahasa saat menawar ini, akhirnya dipahami oleh penjual dengan menyodorkan sebuah kalkulator bertuliskan angka 200. Artinya harga kaos itu senilai 200 bath atau sekitar Rp 60 ribu jika kursnya dipatok Rp 300 per 1 bathnya. Tawar menawar pun akhirnya terjadi dengan saling bergantian menyodorkan kalkulator.Ternyata tak hanya di penjual cinderamata yang berada di pinggir jalan saja yang tidak mengerti bahasa Inggris. Namun juga bagi penjual yang berada di sebuah mal di Kota Pattaya. Tetap saja memakai kalkulator sebagai bahasa untuk tawar menawar.Untuk membeli oleh-oleh di Kota Pattaya ini, haruslah pandai-pandai menawar. Sebab jika tidak jeli dan mencari komparasi harga, maka menjadi hal yang wajar jika mendapatkan oleh-oleh dengan harga yang mahal.Namun jika cukup alot menawar, tunggu saja muka sewot dari penjual itu yang berpaling muka dari pembeli begitu saja saat tawar menawar. Ini terjadi saat detikcom memperhatikan seorang wisatawan asing yang menawar harga barang itu 1 kali lipat lebih murah dari harga yang ditawarkan.Jadi jika pergi ke Pattaya, pandai-pandailah menawar harga. Jika tidak, Anda mungkin akan mendapatkan harga yang cukup mahal untuk sebuah suvenir yang mungkin biaya produksinya tidak terlalu besar.Tapi jika ragu, pergilah ke supermarket yang menjual berbagai macam oleh-oleh panganan maupun cinderamata dari Thailand. Hanya di supermarket inilah kita bisa mendapatkan harga yang memang layak. Namun kadang di supermarket bisa juga mendapatkan oleh-oleh lebih mahal dari harga di kaki lima. Ket: Salah satu suvenir Thailand (Maryadi)
(mar/sss)











































