Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) Sugihardjo mengusulkan tarif Mikrotrans tak lagi gratis. Warga diusulkan dikenai tarif Rp 2.000.
"Kalau hanya untuk jarak dekat hanya naik Mikrotrans itu tarifnya Rp 2.000. Kita mengusulkan Rp 2.000. Nah ini memang dari nggak bayar, jadi bayar ya," ujar Sugihardjo kepada wartawan di Balai Kota Jakarta, Jumat (3/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengatakan tarif diusulkan untuk menghindari manipulasi data. Karena tidak memenuhi target, operator memanipulasi sendiri tapping agar jumlah penumpang bertambah.
"Ini untuk pendataan jadi lebih bagus. Kenapa? Selama ini kan dalam kontrak antara Transjakarta dan operator gitu ya itu kan juga kan ada target untuk kilometer tempuh gitu kan, ada target untuk jumlah penumpang," jelasnya.
"Nah kaitan dengan ini waktu gratis misalnya jumlah penumpangnya kurang, saya jadi operator 'Waduh nanti nggak mau target kena potong nih. Udah saya tapping-tapping sendiri aja supaya target terpenuhi'," ungkapnya.
Dia mengatakan, apabila dikenai tarif Rp 2.000, operator tak bisa memanipulasi data. Data penumpang akan lebih akurat.
"Nah nanti dengan Rp 2.000 kira-kira saya mau tapping-tapping nggak? Ya kan masa duit saya habis dong gitu. Nah jadi datanya lebih riil. Jadi nanti buat teman-teman media kalau nanti Mikrotrans dikenakan tarif 2.000 terus data penumpangnya turun, itu datanya benar turun," bebernya.
Tonton juga video "Pramono Bakal Evaluasi Sopir JakLingko, Ada Batas Usia"
(dvp/idn)










































