"Lebih dari 3,5 burung telah dan sedang dimusnahkan sejak infeksi virus H5NI terdeteksi pada 12 November 2007 lalu," kata Menteri Pertanian Arab Saudi, Fahd Bilghoneim, seperti dikutip AFP, Kamis (22/11/2007).
Bilghoneim mengatakan, kasus baru virus flu burung tersebut terdeteksi di kawasan pertanian di barat dan selatan ibukota Arab Saudi, Riyadh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah Arab Saudi sendiri sebenarnya telah melarang impor unggas sejak Maret 2007. Beruntung, hingga saat ini belum ada laporan virus tersebut menular ke manusia.
Fenomena virus flu burung pertama kali muncul di Asia pada 2003. Sejauh ini, 205 orang meninggal karena terinveksi virus itu. Menurut catatan WHO, jumlah korban terbesar berada di Indonesia dan Vietnam.
(irw/fay)











































