Sanksi Bagi Myanmar Akan Rugikan Rakyatnya

Laporan dari Singapura

Sanksi Bagi Myanmar Akan Rugikan Rakyatnya

- detikNews
Kamis, 22 Nov 2007 03:59 WIB
Singapura - Masalah penegakan demokrasi di Myanmar masih belum selesai. Perlu jalan panjang untuk mencapai demokrasi. Sanksi pada Myanmar ditengarai tak akan bisa membuat para jenderal di Myanmar menjerit minta ampun, jeritan rakyatlah yang akan terdengar.

"Asean tidak menerapkan sanksi apa-apa terhadap Myanmar. Masih jadi perdebatan apakah sanksi itu berimbas positif atau negatif. Tapi kami percaya, hal itu justru akan menimbulkan dampak negatif karena sembrono," ujar PM Singapura Lee Hsien Loong dalam keternagan pers di sela-sela KTT Asean di Hotel Shangri La, Singapura, Rabu (22/11/2007) waktu setempat.

Ditambahkan Loong, untuk mencapai rekonsiliasi di Myanmar, pemerintah negara tersebut harus terus berupaya menuntaskan peta jalan demokrasi yang dilontarkan utusan khusus PBB Ibrahim Gambari.Β  Asean, lanjutnya, kapanpun akan terus mendorong proses itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bila Myanmar diberi sanksi, bagaimana dengan rakyatnya? Bila pemerintahnya menutup diri, maka rakyatlah yang akan terus kena, bukan pemerintahnya," beber dia.

Singapura sendiri, sambung Loong, banyak berinvestasi di Myanmar. Begitu juga dengan negara-negara Barat yang mendirikan perusahaan di negara tersebut. Sebut saja perusahaan-perusahaan itu Total dan Chevron. Apalagi, ada negara yang sangat bergantung dengan Myanmar.

"Thailand bergantung pada Myanmar karena negara itu membutuhkan gas," tambahnya.

Asean juga mengapresiasi kemajuan yang telah terjadi di Myanmar, di mana junta itu telah sampai pada tahap ketiga dari 7 tahapan menuju demokrasi. Sementara itu Utusan Khusus PBB Ibarahim Gambari meminta Asean lebih berperan dalam menyelesaikan masalah Myanmar. Gambari mengatakan, Asean harus meningkatkan kapasitas dan peranan dari Sekjennya untuk melakukan dialog mengenai rekonsiliasi nasional di Myanmar lebih lanjut.

"Sekjen bisa melakukan sesuatu yang nyata dengan mendorong pemerintah Myanmar agar bekerjasama penuh dengan para utusan PBB," ujar Gambari di tempat yang sama seperti dikutip dari chanelnewsasia.

Dalam KTT Asean ini, Singapura memfasilitasi pertemuan Gambari dengan sejumlah negara Asean secara individu. Pertemuan itu adalah untuk memberikan keterangan tentang sejumlah perkembangan di Myanmar. Kegiatan ini dilakukan setelah Myanmar menolak Gambari memberikan briefing dalam forum Asean, sebab laporan itu seharusnya hanya disampaikan kepada PBB. Gambari juga berencana melakukan konsultasi dengan Laos, Vietnam, dan Kamboja.
(nvt/fay)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads