Bapak 3 orang anak itu kini mendekam di penjara Poltabes Pekanbaru. Sebelum dijebloskan ke penjara pada Rabu (21/11/2007), warga Kelurahan Tangkerang Timur, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru itu ditetapkan sebagai tersangka kasus pelecehan seksual di bawah ancaman.
Kasusnya bermula ketika korban berinisial WT, siswi kelas 2 SMA Muhammadiyah, Pekanbaru, pada 14 Juli 2007 lalu salah mengirim SMS. SMS-nya tanpa sengaja masuk ke HP Mandri.
Mandri memanfaatkan kesempatan itu untuk menggombali WT. Dalam aksi saling SMS tersebut, Mandri mengaku masih bujangan.
Setelah selang 2 bulan, pada 11 Agustus 2007, kedua insan berlainan jenis itu janjian untuk bertemu. Mandri pun menemui WT di sekolahnya, JL KH Ahmad Dahlan.
WT tidak menyangka orang yang dia sms selama ini ternyata sudah tergolong tua. Namun, demi rasa menghormati mereka sepakat untuk saling ngobrol di Hotel Soraya.
Beberapa hari kemudian, Mandri mengajak WT jalan-jalan ke luar kota Pekanbaru. Mereka mengunjungi kolam Stanum di Bangpinang, Kabupaten Kampar, sekitar 60 km arah barat Pekanbaru.
Di tempat itu lah, menurut Mandri, terjadi hubungan intim antara mereka. Setelah saling menuntaskan nafsu, Mandri mengatakan kepada WT bahwa hubungan yang baru saja mereka lakukan direkam dengan kamera HP miliknya.
WT pun merasa ketakutan dan merengek agar hasil rekaman itu segera dihapus. Namun, rekaman tersebut justru dimanfaatkan Mandri untuk mengancam WT.
Mandri selalu mengontak WT untuk mengulang kembali hubungan intim yang dilakukan. Bila tidak bersedia, rekaman tersebut disebarluaskan. WT pun terpaksa sering meninggalkan jam belajar untuk melayani nafsu bejat Mandri.
Pada awal November 2007, WT kembali diajak kencan di sebuah kawasan dekat Taman Pancing, Alamayang, tepatnya di Jl Bukit Barisan. Saat itu tersangka meminta agar WT bersedia melakukan oral seks. Mandri pun kembali merekam adegan mereka.
Tak tahan terus menerus dijadikan pemuas nafsu, akhirnya WT mengadukan persoalan ini kepada orang tuanya. Ortu WT pun melaporkan kasus yang menimpa anaknya ke Poltabes Pekanbaru.
Menurut Wakasatreskrim Poltabes Pekanbaru, AKP Arie Darmanto, tersangka ditangkap Selasa, 20 November kemarin dengan cara memancing seolah-olah WT ingin mengajak melakukan hubungan seksual kembali.
Setelah dijanjikan di lokasi tertentu, Mandri pun muncul untuk menghampiri WT. Saat itulah polisi langsung memborgol Mandri.
Ternyata, rekaman Mandri yang sesungguhnya hanyalah saat adegan oral seks, sedangkan rekaman pertama adalah akal-akalan Mandri agar WT tetap berada dipelukannya. Pada rekaman kedua, terlihat WT melakukan oral seks masih dengan menggunakan jilbab dan seragam sekolah.
(irw/fay)











































