"Gerakan antikorupsi yang dimulai dari kalangan menengah atau dari bawah, sangatlah tidak efektif. Sebab, gerakan ini tidak akan menyentuh kaum di atasnya," kata Presiden SBY dalam pembukaan Konferensi Tahunan Kedua Asosiasi Lembaga Antikorupsi Internasional (IAACA) melalui rekaman video di The Westin Resort, Nusa Dua, Badung, Bali, Selasa (21/11/2007).
SBY membuka konferensi tersebut melalui video karena berhalangan hadir. Saat ini SBY sedang berada di Singapura menghadiri KTT ASEAN ke-13 di Singapura.
SBY menambahkan kampanye antikorupsi membutuhkan pemimpin yang bersih. Jika pemimpin tertinggi suatu negara maupun lembaga terbukti korupsi maka kepercayaan publik hilang. "Dibutuhkan pegawai dan penegak hukum yang berdedikasi tinggi, bersih, dan profesional, dan berpengetahuan luas," katanya.
Peremuan tersebut diikuti 800 peserta dari 93 negara mewakili 233 organisasi internasional yang bergerak di bidang pemberantasan korupsi, seperti Kejaksaaan, KPK, PPATK, polisi dari negara masing-masing.
Sementara itu, Kepala Kejaksaaan Agung Hendarman Supanji mengatakan diperlukan kerjasama internasional dalam upaya pemberantasan korupsi. "Misalnya, saling bertukar informasi, pengalaman penerapan metode, dan sarana pemberantasan," kata Hendarman.Rencananya, pertemuan antara kejaksaan ini akan diimplementasikan pada pertemuan tahun 2008 dalam bentuk kerjasama penyitaan aset dan pengejaran tersangka korupsi antar negara. (gds/fay)











































