Fadli Zon, salah seorang yang dekat dengan Hashim, mengaku selama ini Hashim memang kolektor. Sudah banyak barang-barang yang dikoleksinya. Hashim bertekad bisa membawa barang-barang koleksi di luar negeri untuk dibawa ke Indonesia dan disimpan di musium.
"Pak Hashim ingin membangun satu musium bekerja sama dengan UI. Saya juga terlibat di sini. Jadi, Pak Hashim membawa koleksi-koleksi dari luar negeri ke Indonesia. Misalnya, yang dilelang di Christie dibawa ke sini. Beli dari Belanda, New York, dibawa ke Indonesia. Jadi, beliau ingin kekayaan itu ada di Indonesia," ujar Fadli, yang juga dikenal sebagai pengamat politik ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fadli berharap polisi lebih teliti menyelidiki kasus ini. "Apakah betul tuduhan ini? Dari mana asal-usulnya. Orang-orang yang melakukan pencurian dan berusaha menjual itu mengatasnamakan siapa? Ini harus diselidiki polisi. Pak Hashim tidak ada keterlibatan dalam hal-hal seperti itu," kata dia.
Sebelumnya, polisi menemukan 5 arca di rumah Hashim Djojohadikusumo di Kemang, Selasa (21/11/2007). Kelima arca ini hilang sejak lama, namun diketahui baru beberapa hari terakhir. Saat ini, polisi telah mengamankan arca-arca ini untuk penyelidikan lebih lanjut. Polisi juga berencana memanggil Hashim Djojohadikusumo sebagai saksi.
Dalam keterangan sebelumnya, polisi tidak mau menyebutkan nama terang Hashim. Polisi hanya menyebut inisial Hs, seorang pengusaha yang tinggal di Kemang. Namun, informasi yang beredar, Hs kepanjangan dari Hashim Djojohadikusumo.
(asy/djo)











































