Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan pembangunan Flyover Latumenten, Jakarta Barat, rampung pada 15 Desember 2026. Kehadiran flyover ini diyakini mampu memangkas waktu tempuh kendaraan hingga 10-15 menit karena tak lagi terhambat perlintasan sebidang kereta api.
"Flyover Latumenten ini salah satu flyover yang paling ditunggu di Jakarta. Di sini kalau pagi, siang, sore kemacetannya tinggi sekali. Maka ketika saya mendapatkan usulan agar flyover ini segera dikerjakan, saya sampaikan ini menjadi prioritas utama untuk mengurai kemacetan di daerah Grogol, Pluit, Slipi, dan sebagainya," kata Pramono saat meninjau proyek Flyover Latumenten, Jakarta Barat, Kamis (2/7/2026).
Baca juga: Pramono Bicara Jakarta menuju 5 Abad |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang progresnya sudah 55,2 persen, budget-nya Rp 259 miliar. Ini salah satu proyek prioritas Pemerintah DKI Jakarta yang saya harapkan bisa selesai tanggal 15 Desember 2026," lanjutnya.
Menurut Pramono, setelah flyover beroperasi, pelintasan sebidang kereta api di kawasan tersebut akan ditutup sehingga kendaraan tidak lagi melintas di bawah rel. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi kemacetan sekaligus mencegah kecelakaan di perlintasan kereta.
"Saya berharap penyelesaian Flyover Latumenten ini tepat waktu dan mudah-mudahan membuat konektivitas transportasi Jakarta menjadi lebih baik," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo mengatakan keberadaan flyover akan memangkas waktu tempuh masyarakat sekitar 10-15 menit. Sebab, kendaraan tidak lagi harus menunggu buka-tutup palang kereta.
"Kalau kondisi saat ini waktu tempuh cukup panjang karena adanya perlintasan kereta api sehingga traffic terganggu setiap kereta melintas. Nantinya sudah tidak ada gangguan lagi sehingga kendaraan bisa langsung melintas di atas flyover," kata Heru.
Ia memperkirakan penghematan waktu perjalanan mencapai sekitar 10-15 menit. "Mungkin sekitar 10-15 menit ya, karena tadinya ketahan di bawah 10-15 menit, nanti sudah tidak ketahan lagi, langsung bablas," tambahnya.
Heru menambahkan penutupan perlintasan sebidang tidak akan menutup akses jalan sepenuhnya. Kendaraan dari arah utara maupun selatan tetap dapat berputar balik di lokasi tersebut.
Selain itu, flyover akan dilengkapi halte Transjakarta di sisi timur dan barat yang terhubung dengan Stasiun Grogol. Pramono juga meminta fasilitas lift bagi penyandang disabilitas dirawat secara berkelanjutan.
Diketahui, pembangunan Flyover Latumenten di Jakarta Barat sudah mulai dikerjakan pada Desember 2025. Proyek ini diharapkan menjadi solusi kemacetan Ibu Kota.











































