Hal ini disampaikan Dirut PAM Jaya, Haryadi Priyo Utomo, usai diterima Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (21/11/2007).
"Jakarta mungkin kebanjiran pada musim hujan. Tapi bila sumber di Jatiluhur tidak terkena hujan, ya air baku tetap susah," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk bisa memberi pelayanan optimal, produksi air bersih harus ditingkatkan sampai 19,8 ribu liter per detik," papar Haryadi.
Sebenarnya bukan cuma sumber air di Jatiluhur yang jadi tumpuan PAM Jaya untuk memenuhi kebutuhan 11 juta jiwa warga Ibukota. Mata air di Bogor dan aliran Sungai Cisadane di Tangerang juga menjadi pemasok.
"Pasokan dari Cisadane 3 ribu liter per detik. Kalau yang dari Bogor sedikit," sambungnya.
(lh/sss)










































