Pendemo Tak Bisa Dekati Nusa Dua

Konferensi Climate Change Bali

Pendemo Tak Bisa Dekati Nusa Dua

- detikNews
Rabu, 21 Nov 2007 13:42 WIB
Pendemo Tak Bisa Dekati Nusa Dua
Denpasar - Konferensi tentang climate change di Nusa Dua, Badung, Bali bakal dijaga ekstra ketat. Para demonstran tidak akan bisa memasuki kawasan pertemuan. Mereka diblokir di lokasi yang berjarak 3 km dari Nusa Dua.

"Para demonstran akan kita alihkan ke lapangan Mumbul yang jaraknya sekitar tiga kilometer dari pintu masuk Nusa Dua," kata Kapolda Bali Irjen Polisi Paulus Purwoko dalam jumpa pers di Mapolda Bali, jalan WR Supratman, Denpasar, Rabu (21/11/2007).

Purwoko menjelaskan bahwa langkah tersebut bukan untuk menghalangi kebebasan menyampaikan pendapat, melainkan untuk menjaga keamanan pertemuan yang akan dihadiri delegasi dari 190 negara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Purwoko, meskipun demonstran tidak bisa memasuki kawasan Nusa Dua, tetapi pesannya  akan didengar oleh para delegasi. "Di tempat ini mereka bisa memasang spanduk, poster dan lainnya. Aksi mereka pasti akan diliput besar-besaran oleh media dan dalam waktu singkat akan diketahui publik," katanya.

Polisi juga akan memeriksa secara ketat para demosntran. "Ini bukan hal yang berlebihan. Hal ini untuk mengantisipasi aksi mereka ditunggangi. Bisa saja ada orang yang membawa bom di jaket, ransel atau tas. Kalau ada meledak, maka semua delegasi akan pulang semua," katanya.  

Purwoko menambahkan bahwa 64 personel PBB bukan untuk mengendalikan pengamanan konferensi. Mereka hanya membantu tugas Polri. Mereka bertugas di beberapa ruang sidang. Alat pemeriksaan seperti metal detektor disediakan oleh Polri.

Untuk pengamanan konferensi, polisi akan mengerahkan 5.000 personel. 3.200 personel dari Polda Bali dibantu oleh Polda Jatim, NTB, Jawa Tengah dan Polda Metro Jaya.

Polda Bali juga akan mendapatkan bantuan sembilan ekor anjing pelacak yang akan ditugaskan di Bandara Ngurah Rai. Anjing ini akan ditempatkan pada  bagian kargo, terminal domestik dan internasional untuk memeriksa barang kiriman dan bawaan penumpang. (gds/asy)


Berita Terkait