Pemprov DKI Perluas Program 'Traktir Kucing', Kini Ada di Pasar Santa

Pemprov DKI Perluas Program 'Traktir Kucing', Kini Ada di Pasar Santa

Brigitta Belia Permata Sari - detikNews
Rabu, 01 Jul 2026 13:38 WIB
Pemprov DKI Jakarta memperluas program kota ramah hewan dengan tempat traktir kucing di Pasar Santa. (dok. ist)
Foto: Istimewa
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta memperluas program kota ramah hewan. Setelah menghadirkan tempat traktir kucing di lingkungan MRT Jakarta dan Transjakarta, kini program serupa diperluas ke Pasar Santa, Jakarta Selatan.

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Francine Widjojo, mengapresiasi PD Pasar Jaya yang menghadirkan program sterilisasi sekaligus membangun dua titik tempat traktir kucing di Pasar Santa. Program tersebut terlaksana dengan dukungan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan.

"Ini inisiatif yang sangat baik dari Pemprov DKI Jakarta," kata Francine dalam keterangannya, Rabu (1/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tempat traktir kucing di Pasar Santa diresmikan pada 24 Juni 2026. Peresmian tersebut turut dihadiri Kepala Sudin KPKP Jakarta Selatan Ridho S. Yudyantoro, Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan KPKP Irawati Harry Artharini, Manager Area 11 Pasar Jaya Dewi Ratna Furi, serta Kepala Pasar Santa Shiva Ramadhania.

Selain meresmikan tempat traktir kucing, kegiatan tersebut diisi pemasangan banner dan stiker edukasi agar masyarakat memberikan makan kucing di lokasi yang telah disediakan. Dua titik tempat traktir kucing berada di area pintu masuk dekat Tuku dan Kawaki Roastery.

Francine mengatakan program serupa sebelumnya telah diterapkan di sejumlah ruang publik. Pada 2022, Pemprov DKI menghadirkan tempat traktir kucing di lingkungan MRT Jakarta. Kemudian pada 2025, fasilitas serupa dibangun di Halte TransJakarta Kebayoran, Velbak, dan Kuningan Madya, serta di Stasiun KRL Kebayoran.

Menurut Francine, penambahan fasilitas tersebut merupakan bagian dari upaya mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang ramah hewan.

"Saya berharap akan lebih banyak lagi tempat traktir kucing di ruang publik agar Jakarta menjadi kota global yang ramah hewan," ujarnya.

Ia mengingatkan penambahan tempat traktir kucing juga harus dibarengi edukasi kepada masyarakat agar tetap menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan. Salah satunya dengan menggunakan wadah berbahan kertas serta mengutamakan pemberian makanan kering atau kibble.

Selain penyediaan fasilitas, Francine meminta Pasar Jaya berkolaborasi dengan Sudin KPKP Jakarta Selatan untuk menjalankan program Trap-Neuter-Return (TNR) di Pasar Santa.

Menurutnya, sterilisasi menjadi langkah penting untuk mengendalikan populasi kucing sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesejahteraan hewan.

Saat ini, kata Francine, pendataan jumlah kucing yang belum disteril di Pasar Santa tengah dilakukan. Setelah pendataan selesai, kucing-kucing tersebut akan mengikuti program sterilisasi gratis yang difasilitasi Sudin KPKP Jakarta Selatan.

"Sterilnya gratis dari Sudin KPKP Jakarta Selatan karena sudah ada kuotanya," ungkapnya.

Francine juga menyebut kuota sterilisasi kucing gratis di Jakarta terus meningkat. Dari semula 9.000 ekor pada 2024, kuotanya naik menjadi 21.000 ekor pada 2025 dan kembali bertambah menjadi 22.000 ekor pada 2026.

Ia menambahkan akses layanan kesehatan hewan juga akan semakin mudah dengan kehadiran enam Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) dan lima Mobil Layanan Veteriner (Moyanvet) di Jakarta pada tahun ini.

(bel/azh)


Berita Terkait