Wakil Gubernur Jawa Barat Nu'man Abdul Hakim menyatakan, untuk mengatasi masalah sampah di Bandung dan sekitarnya TPA tersebut harus difungsikan kembali. "Kalian mau sampah terus disimpan di rumah? Mau tidak mau, TPA Leuwigajah harus difungsikan kembali," tegasnya usai membuka pelatihan pegawai Litbang di lingkungan Pemprov, di Hotel Posters Jalan Surapati Bandung, Rabu (21/11/2007).
Menurut Nu'man kekhawatiran sebagian warga jika Leuwigajah difungsikan kembali dinilai tidak beralasan. Sebab, teknologi pengolahan sampah yang akan dipakai nanti bukanlah dengan sistem open dumping.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nu'man melanjutkan teknologi pengolahan sampah nanti akan memperhatikan bagaimana pengolahan licitnya serta pemanfaatan gas metan. "Nantinya kita perlu pipa besar untuk pembuangan gas metan yang diperuntukkan untuk menggerakkan turbin listrik," tuturnya.
Kaidah yang akan diterapkan untuk pengolahan sampah nanti, kata Nu'man, akan memperhatikan protocol kyoto. "Bagaimana teknologinya nanti akan dibahas oleh konsultan," ucapnya.
Namun, lanjut dia, rencana memfungsikan kembali TPA Leuwigajah masih lama. Paling cepat baru bisa dilaksanakan pada 2009 mendatang. Saat ini, kata Nu'man, pemda telah membebaskan lahan yang masuk zoba bahaya. "Kami sudah keluarga dana Rp 50 miliar," ungkapnya.
Selain itu, kini tengah dibangun benteng serta drainase. Hal ini, kata Nu'man, untuk mempertegas batas lahan milik Pemda dan warga. Juga untuk menghindari peristiwa yang tidak diharapkan.
"Sekarang kan musim hujan, jika tidak segera dibenteng dan dibangun gorong-gorong bisa membahayakan warga. Air licitnya itu bisa ke rumah penduduk," katanya. (ern/djo)










































