Warga Pondok Indah Terkatung-katung di Kantor Foke

Warga Pondok Indah Terkatung-katung di Kantor Foke

- detikNews
Rabu, 21 Nov 2007 12:53 WIB
Jakarta - Sekitar 15 warga Pondok Indah mendatangi kantor Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo untuk mengadu pembangunan busway koridor VIII Lebak Bulus-Harmoni. Karena tak dijadwalkan, mereka terkatung-katung menunggu di luar kantor.

Warga Pondok Indah itu datang sekitar pukul 11.00 WIB, di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (21/11/2007).
Namun hingga pukul 12.00 WIB, mereka belum berhasil menemui Fauzi Bowo yang sedang berada di ruangannya. Mereka terlihat hanya berdiri di pintu samping kantor gubernur, sambil melayani pertanyaan wartawan.

Mereka juga mengaku tak membuat jadwal, lantaran kecewa surat yang pernah dikirimkan tak pernah dijawab.

"Sudah berkali-kali kita kirim surat. Tapi tidak pernah diterima," kata Ketua RW 17 Pondok Indah Louis M Pakaila.

Menurut Louis, apa yang diminta warga sebenarnya tidak sulit. Warga meinta kejelasan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) untuk proyek busway koridor VIII. Menurutnya, jika amdal digunakan, kemacetan itu tak akan terjadi.

Sementara itu, kabar rencana Pemprov DKI untuk membongkar portal-portal yang menutup jalan warga untuk lewat kendaraan, Louis mengatakan, jika pembongkaran dilakukan, warga Pondok Indah harus dijamin kemanannya.

"Kalau portal dibongkar, ya kita tentu akan melindungi," kata dia.

Warga Pondok Indah, lanjutnya, tetap akan memperjuangkan pemberhentian proyek busway sampai titik darah penghabisan, kendati ada kabar Pemprov DKI akan mengirimkan sejumlah preman.

"Kita nggak kerahkan preman, buat apa. Kita ada satpam sih 1.200. Tapi itu kan tidak perlu. Kalau kita mau turun ke jalan, kita ada kok 15 ribu warga," imbuh Louis.

Ketika ditanya apa akan menemui Dewan Transportasi Kota, Louis menjawab itu akan sia-sia. "Pertemuan dengan DTK itu nggak ada gunanya. Mereka kan juga orang yang dibayar," kata dia.

Setelah 1 jam menunggu, akhirnya pukul 12.15 WIB mereka ditemui Kepala Biro Hukum Pemprov DKI Jornal Siahaan. Jornal menjanjikan warga bertemu dengan Wagub DKI Prijanto Kamis 22 November 2007.

"Ini tadi saya sudah ketemu Wagub. Ya kita menghormati keputusan Wagub untuk bertemu dengan Anda besok. Tapi waktunya nanti akan dihubungi lagi. Karena jadwal Wagub kan ada yang perlu digeser. Jadwalnya besok padat," jelas Jornal.

Mendengar dijanjikan seperti itu, warga pun akhirnya mengerti. "Ya wis. Besok ya," kata mereka.

Sementara Gubernur DKI Fauzi Bowo usai bertemu Direktur PAM Jaya Haryadi Priyohutomo mengatakan dirinya tidak pernah mengelak bertemu warga.

"Karena mereka kan tidak memberi tahu, dan jadwal padat. Sebelumnya kan kita sudah merespons. Buktinya saya pernah kirim walikota dan perangkat-perangkatnya," elak Fauzi. (nwk/sss)


Berita Terkait