Laks Masih Diobok-obok Kebijakan VLCC

Laks Masih Diobok-obok Kebijakan VLCC

- detikNews
Rabu, 21 Nov 2007 10:16 WIB
Laks Masih Diobok-obok Kebijakan VLCC
Jakarta - Untuk kelima kalinya, mantan Menneg BUMN Laksamana Sukardi diperiksa sebagai tersangka kasus penjualan kapal tanker VLCC Pertamina. Laks masih ditanya seputar kebijakan.

Laks yang terbalut kemeja garis-garis warna biru dan jas hitam ini mengaku sehat walafiat. Laks tiba didampingi kuasa hukumnya dan belasan orang dari Barisan Muda Pembaruan di Gedung Kejagung, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Rabu (21/11/2007) pukul 09.40 WIB.

"Melanjutkan pertanyaan sebelumnya seputar kebijakan, karena kapasitas saya menyangkut kebijakan, tidak masalah teknis," kata Laks saat ditanya seputar materi pemeriksaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketika ditanya rencana mengajukan saksi meringankan, Laks mengelak menjawabnya. "Tanyakan saja kepada kuasa hukum saya," sahutnya.

Bagaimana dengan 2 menteri itu? "Target APBN 2004 defisit harus dipenuhi dan kita membahas target itu dengan kedua menteri itu," sahut dia.

Laks mengaku belum menghubungi Menko Perekonomian Boediono untuk memintanya menjadi saksi.

"Hanya via media saja. Tetapi harusnya ditanyakan ke Pak Boediono agar memberi penjelasan tentang kebijakan dia. Secara pribadi misalkan beliau diperiksa lebih baik, karena penjualan VLCC ada persetujuan Boediono untuk melepas aset-aset yang dikelola. Penjualan VLCC mengikuti mekanisme yang ada. Jadi tidak ada salahnya jika beliau memberi kesaksian," terang dia.

Selain Laks, mantan Direktur Keuangan Pertamina Alfred H Rohimone memenuhi panggilan Kejagung dan tiba pukul 09.30 WIB. Alfred tidak berkomentar apapun dan hanya menebar senyum. (aan/sss)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads