×
Ad

Pram Berduka Bocah Tewas Usai Terperosok, Minta Jajaran Bantu Keluarga Korban

Brigitta Belia Permata Sari - detikNews
Senin, 29 Jun 2026 17:57 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan dukacita atas bocah tewas usai terperosok lubang di Manggarai, Tebet, Jaksel. (B Belia/detikcom)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui proyek galian tempat seorang bocah berinisial I (4) tewas terjatuh di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, merupakan proyek yang diinisiasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Proyek tersebut merupakan pembangunan taman yang dikelola melalui skema corporate social responsibility (CSR).

"Memang itu adalah project-nya yang diinisiasi oleh Pemerintah DKI Jakarta untuk pertamanan," kata Pramono di Kota Tua, Jakarta Barat, Senin (29/6/2026).

Pramono menjelaskan, berdasarkan laporan yang diterimanya, korban saat itu ikut menemani ibunya berjualan teh di kawasan Manggarai. Peristiwa itu terjadi menjelang tengah malam.

"Kebetulan anak ini ikut menemani ibunya jualan teh di Manggarai. Jamnya itu sudah hampir jam 12 malam, jam 11.50-anlah begitu," ujarnya.

Menurut Pramono, korban kemudian masuk ke area proyek yang seharusnya tertutup. Di lokasi tersebut terdapat lubang untuk proses pengecoran.

"Anak ini kemudian main ke ruang yang sebenarnya tertutup dan di ruang tertutup itu ada lubang, lubang untuk pengecoran di tempat itu," tuturnya.

Korban sempat dievakuasi oleh petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat). Namun nyawanya tidak tertolong.

"Anak tersebut masuk ke tempat itu, dan kemudian meninggal setelah bisa dievakuasi oleh Gulkarmat," ucapnya.

Atas kejadian itu, Pramono menyampaikan dukacita dan telah memerintahkan jajaran Pemprov DKI memberikan pendampingan penuh kepada keluarga korban.

"Pemprov DKI Jakarta merasa berduka dan kehilangan. Saya pada waktu malam itu juga sudah memerintahkan untuk memberikan support sepenuhnya kepada keluarga, termasuk macam-macamnya, sudah ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah DKI Jakarta," katanya.

Pramono juga mengatakan pihaknya mempersilakan apabila keluarga korban ingin menempuh jalur hukum terkait insiden tersebut.

"Kalau kemudian keluarga melakukan penuntutan, kami persilakan karena memang kejadian itu betul-betul di luar dugaan," jelasnya.

Ia menambahkan dirinya juga telah menginstruksikan camat, lurah, hingga jajaran terkait untuk mendampingi keluarga korban sejak awal kejadian hingga proses pemakaman.

"Saya sudah memerintahkan kepada camat, lurah, dan sebagainya untuk ikut sampai dengan penguburan," ujarnya.




(bel/jbr)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork