"Tidak ada yang punya jawaban yang benar soal penyelesaian kasus Myanmar. Ada usulan sanksi, tapi ada juga yang memilih engagement. Namun tidak ada yang ingin melukai Myanmar," ujar jubir kepresidenan Dino Patti Djalal dalam keterangan pers usai pertemuan bilateral China-Indonesia di sela-sela KTT Asean di Hotel Shangri-La, Singapura, Selasa (20/11/2007).
Disampaikan dia, PM China Wen Jiabao dan Presiden SBY memiliki pandangan yang sama soal Myanmar. Keduanya sepakat mendorong rekonsiliasi nasional serta mendorong demokrasi dan pembangunan di Myanmar.
"Mereka juga sepakat sanksi tidak efektif, dan engagementlah yang lebih efektif dalam membantu proses demokrasi dan menjaga integritas," sambung Dino.
Menurut dia, SBY berpendapat agar 3 hal yang telah dilakukan untuk menyelesaikan masalah Myanmar terus dilakukan. 3 Hal itu adalah terkait peran utusan khusus PBB Ibrahim Gambari, pentingnya peran China untuk membantu Myanmar, dan peran Asean sendiri. (nvt/asy)











































