Tim Khusus Dibentuk FPG untuk Usut Aliran Dana BLBI
Selasa, 20 Nov 2007 20:07 WIB
Jakarta -
Tudingan melindungi anggota parlemen yang diduga terlibat aliran dana BI, membuat Partai Golkar gerah. Partai berlambang pohon beringin ini pun akan membentuk tim tersendiri mengusut aliran dana tersebut. "JK tadi menelepon saya untuk segera membentuk tim khusus. Tim ini gabungan FPG dan DPP untuk mengklarifikasi aliran skandal BI ini," ujar Ketua FPG Priyo Budi Santoso di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (20/11/2007). Priyo mengatakan, tim ini bekerja di luar BK DPR. Namun, hasil pengusutan yang dilakukan tim ini akan dilaporkan ke BK DPR. Anggota komisi II ini juga membantah pemberitaan media yang menyebutkan adanya perbedaan pandangan antara Ketua BK DPR Irsyad Sudiro dengan anggota BK lainnya, mengenai tindak lanjut penyelidikan kasus yang melibatkan sejumlah anggota DPR tersebut. "Sebagai ketua BK yang juga dari FPG. Beliau (Irsyad Sudiro) sudah lapor ke saya sebagai ketua fraksi. Ada pemberitaan yang perlu diluruskan. Ketua BK juga sama sikapnya dengan FPG, menginginkan ini ditangani dengan sebaik-baiknya," ujarnya. Namun tindak lanjut itu, tambah Priyo, tergantung dari kelengkapan data yang masuk ke BK. Sebab, data-data yang diberikan Koalisi Penegak Citra DPR kepada BK masih sumir. "Kalau dianggap cukup, tentu BK akan mengambil langkah-langkah penting," imbuhnya. Priyo juga mempertanyakan keakuratan data yang dikeluarkan BPK terkait aliran dana BI ke DPR. Jika benar dana BI mengalir ke sejumlah pejabat termasuk anggota DPR, hal tersebut merupakan skandal besar. "Pertanyaannya sekarang, apakah laporan Anwar Nasution itu kredibel atau tidak. Dari laporan itu, juga banyak pihak yang terkait misalnya pengacara, hakim dan pejabat-pejabat lainnya. Kalau kredibel, itu akan jadi skandal besar," kata Priyo. Priyo juga membantah jika partainya mencoba melindungi anggota FPG, baik yang masih aktif atau pun tidak, yang diduga kecipratan dana haram tersebut. "Kalau ini mau diungkap, ya silakan ungkap. Tidak ada masalah. Tapi jangan kita seperti gencar menohok teman sendiri," pungkasnya. Ketua BK Irsyad Sudiro sebelumnya mengatakan, BK tidak dapat menindak lanjuti pengusutan terhadap aliran dana BI ke DPR jika data yang diberikan Koalisi Penegak Citra DPR tidak dilengkapi. Pernyataan anggota FPG ini bertolak belakang dengan pernyataan anggota BK lainnya. Pernyataannya memunculkan spekulasi ada upaya Partai Golkar yang melindungi anggotanya di parlemen yang diduga terlibat.
(rmd/mly)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































