Niatan bunuh diri itu sudah dua kali dilakukan oleh warga Jl. Abimanyu Nomor 75, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, Jawa Tengah ini. Pertama Senin 19 November sekitar pukul 18.30 WIB. Dia memanjat sebuah lemari dan menggantung dirinya dengan seutas tambang. Β
Aksi bunuh diri kedua dilakukan Selasa (19/11/2007) sekitar pukul 09.30 WIB. Dia kembali berusaha menggantung lehernya di rumah tetangga sebelah dengan seutas kawat. Namun tindakan bodoh ini juga berhasil digagalkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Syamsudin kabarnya dipecat karena usaha peternakan ayam juraganya bangkrut setelah musim penyakit flu burung. Waktu masih bekerja anaknya baik, taat ibadah dan suka memberi santunan dan bantuan keuangan kepada orang tuanya. Tetapi setelah tidak bekerja, kerjaanya hanya merenungi nasib dan melamun," papar Khumaedi.
Kapolresta Tegal AKBP Drs Iwan A Ibrahim melalui Kapolsek Tegal Timur, AKP Agus Sulistwiyantoro membenarkan bahwa telah terjadi aksi percobaan bunuh diri yang dilakukan Syamsudin.
Anak dari pasangan Karmin (75) dan Wahyuningsih (60) itu merupakan sandaran keluarganya yang tergolong miskin. Karena itu setela tidak bekerja lagi, Syamsudin agaknya merasa tertekan. Ibunya hanya seorang buruh cuci, sedangkan ayahnya tidak bekerja karena sudah tua dan tuli.
"Setelah mendapat laporan dari tetangga Syamsudin, akhirnya petugas kami langsung meluncur ke TKP. Kami berusaha membujuk agar dia tidak melakukan gantung diri. Usaha kami berhasil. Kami meminta keluarga untuk merujuk ke rumah sakit dan dikirim ke Dinas Sosial Kota Tegal untuk mendapatkan pengobatan," tutur Agus. Biayanya?
(djo/djo)











































