Demikian diungkapkan Ibunda Yanti, Nanan Kurniati (55) saat ditemui wartawan di kediamannya di Kampung Ciputih Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (20/11/200). "Yanti sempet bilang sama saya ingin pergi ke Arab. Ingin nyari uang buat bayar utang dan juga tambah modal. Dia juga bilang nyari uang buat sunatan anaknya," tutur Nanan dengan mata berkaca-kaca.
Sebelumnya, kata Nanan, Yanti berjualan baju yang suka dikirim ke Banten. Namun karena kehabisan modal, akhirnya hanya berjualan gorengan di rumah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepergian Yanti dia ketahui dari adiknya. Menurut adiknya, kata Nanan, Yanti meminta adiknya untuk mencari pinjaman uang buat bekal Yanti ke Arab.
Sementara itu Kakek Yanti, Danu Saripudin menyatakan Yanti sempat pamit pada suaminya yang berada di Batam dan juga pada ayahnya. "Dia cuma menelepon untuk pamit pada suaminya," tuturnya.
Sejak keberadaannya di tempat penampungan PJTKI PT Binhasan Maju Sejahtera di Jakarta pada awal Mei 2006 lalu, lanjut Danu, Yanti sama sekali tidak pernah memberikan kabar kepada orangtuanya. Â
"Pokoknya kami kehilangan kontak sama sekali. Bahkan kami juga tidak tahu kapan dia berangkat ke Arab. Setelah hampir tiga bulan tidak ada kabar, ibunya mendatangi PJTKI yang memberangkatkan dia. Baru disana kami tahu kalau Yanti pergi tanggal 19 Mei 2006," ujar Danu.
Pihak PT Binhasan Maju Sejahtera, kata dia, memperlihatkan dokumen mengenai keberangkatan Yanti. Dalam dokumen yang diserahkan, tambah Danu, ternyata Yanti hanya 18 hari berada di penampungan PJTKI.
Dalam keterangan pihak penyalur jasa TKI itu pun disebutkan jika Yanti bekerja pada majikan yang bernama Mar'i Muhammad Mar'i Al Amri di Kota Abha, Jeddah, Arab Saudi. "Bahkan kami pun diberitahukan nomor teleponnya," katanya.
Mengetahui Yanti benar-benar pergi ke Arab Saudi, kata Danu, akhirnya pihak keluarga tenang. Namun, ada keanehan karena selama berada di Arab Saudi, dia belum pernah mengirimkan surat maupun uang pada keluarga.
"Kami di sini mengira dia mengirimkan kabar atau uang ke suaminya di Batam. Tapi ternyata suaminya pun tidak pernah dikasih kabar. Bahkan beberapa kali suaminya mencoba menghubungi melalui telepon, tidak pernah tersambung," tutur Danu.
Yanti Binti Uto dikabarkan bunuh diri di Arab Saudi. Kabar ini diterima oleh keluarga dari perwakilan Deplu serta utusan dari pihak perusahaan PJTKI yang datang pada Kamis lalu (15/11/2007). Tujuh bulan setelah kematian Yanti yang kabarnya meninggal pada April 2007 lalu. (ern/asy)











































