"Kalau kita ke daerah, boleh macam apa saja, boleh marah boleh, tebar sepona boleh, jabat tangan boleh. Boleh apa saja, boleh tebar apa saja, tebar bibit juga boleh," seloroh JK disambut gelak tawa, terutama ketika JK memelesetkan kata pesona dengan sepona.
Hal ini disampaikan JK usai membuka Rakorwil DPD Partai Golkar Papua di kantor DPP, Jalan Anggrek Neli, Slipi, Jakarta Barat, Selasa (20/11/2007). Dia menanggapi pertanyaan apakah kegiatan Mega untuk tebar pesona.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua ketua partai, saya setuju dapat mengunjungi konstituennya setiap saat, bagus itu," puji JK.
Kunjungan ketum parpol, imbuh JK, untuk mempererat pimpinan parpol dengan para konstituennya.
"Ini kan tugas ketua, anggota DPR, itu tentukan secara teratur. Saya juga teratur kok," cetusnya.
Menurut JK, kegiatan Mega tidak akan mempengaruhi eksistensi Partai Golkar pada Pemilu dan Pilpres 2009 nanti, karena Golkar sudah banyak berjasa pada bangsa Indonesia.
"Yang mempengaruhi adalah apa yang telah diperbuat dan apa yang akan dibuat, dan Partai Golkar telah berbuat banyak. Kalau tidak berbuat banyak, bagaimana Golkar bisa begini lama jadi partai," ujar JK.
(umi/sss)











































