Kekhawatiran tersebut disampaikan oleh Direktur Walhi (Wahana Lingkungan Hidup) Bali, Ni Nyoman Sri Widhiyanti kepada detikcom, selasa (20/11/2007).
"Perubahan iklim akibat pemanasan yang ektrim sangat mempengaruhi cuaca. Bahkan pemanasan global akan mempercepat siklus red tide serta menjadi sulit diprediksi," kata Sri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sri menambahkan bahwa menurut hasil penelitian salah satu penyebab terjadinya red tide akibat pemanasan global. Pemanasan global telah meningkatkan suhu mencapai 0,8 derajat celcius.
Dampak pemanasan global juga mengakibatkan siklus red tide tidak bisa diprediksi. "Itulah sebabnya siklus red tide yang biasa terjadi 4-5 tahun kita bisa terjadi kapan saja," ujarnya.
Namun hingga kini belum dketahui penyebab matinya ribuan ikan di pantai Kuta hingga Kabupaten Tabanan, Bali. Dinas Keluatan dan perikanan (DKP) Badung Bali masih menyediliki kemungkinan penyebab matinya ribuan ikan. Saat ini mereka masih menduga, penyebabnya akibat red tide atau ikan tumpah.
"Kita juga masih menunggu hasil penyelidikan penyebab kematian ikan itu apakah akibat red tide, pencemaran laut atau faktor lainnya," demikian Sri. (gds/djo)











































