Polly bertugas ke Singapura pada 6 September 2004 sebagai petugas aviation security yang ditugaskan oleh Kepala Coorporate Security PT Garuda Indonesia Ramelgia Anwar untuk memperbaiki pesawat Boeing.
"Saya baru tahu beberapa hari setelah pesawat kembali ke Jakarta. Saya menegur Polly. Saya tanya, kok kamu ada di sini. Beliau mengaku ditugaskan untuk membereskan masalah Boeing," tutur Chief Pilot Garuda Karmel Fauza Sembiring.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beliau juga bertanya kepada saya apakah Bapak belum menerima surat dari Pak Ramelgia," ujar Karmel menirukan ucapan Polly. Karmel kemudian mengaku mengecek penugasan Polly ke Ramelgia.
Dituturkan Karmel, Ramelgia mengaku memang menugaskan Polly ke Singapura. Ramelgia juga mengakui kelalaiannya tidak memberitahu Karmel karena kesibukannya.
"Beliau minta maaf, dan saya minta surat penugasannya segera difaks," kata Karmel.
Surat penugasan itu diterima Karmel pada hari itu juga. Barulah keesokan harinya Polly datang dengan membawa surat yang sama, namun dengan tanggal yang berbeda.
"Itu dimundurkan beberapa hari dari tanggal 4 September sebelumnya. Jadi bukan saya yang meminta," ujar Karmel.
Seharusnya pada 5-8 September, Polly terbang ke Beijing, China. Namun Polly mengaku harus menghadiri acara pilot di hotel dekat Blok M. Polly pun meminta agar jadwalnya diubah.
"Untuk pembatalan jadwal ke Beijing itu saya izinkan. Namun saya tidak tahu tentang keberangkatan Polly ke Singapura. Itu hal yang berbeda," tandas Karmel.
(sss/umi)











































