Padahal rencananya, Rabu (21/11) pagi, petugas Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah akan melakukan inventarisasi ulang terhadap seluruh koleksi museum yang terletak di Jl. Slamet Riyadi, Solo tersebut.
Kepala Badan Informasi dan Komunikasi Pemkot Solo, Drs. Purnomo Subagyo saat dijumpai di Kantor Dinas Pariwisata, Jl. Slamet Riyadi, Solo, Selasa (20/11/2007) membenarkan hal tersebut. Namun Purnomo menolak jika kunci itu disebut hilang.
"Nggak, bukan hilang. Cuma belum ketahuan siapa yang membawa terakhir. Kita masih terus berkoordinasi dengan polisi. Soalnya salah satu tersangka tugasnya memang membawa kunci tersebut," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun pagi tadi salah seorang pegawai museum, RT.Pustakadipuro memasang pengumuman bahwa museum ditutup mulai 20 hingga 26 November 2007. Menurut Pustakadipuro, penutupan museum tersebut merupakan perintah dari kepala museum saat hendak ditahan di Poltabes Solo.
Tidak lama setelah pengumuman itu dipasang di pintu gerbang museum, salah seorang pegawai Dinas Pariwisata Solo datang dan mencopot pengumuman tersebut. Dinas Pariwisata sedianya akan membuka museum namun urung karena kunci untuk membuka ruangan museum tidak bisa ditemukan. Hingga saat ini pemkot Solo masih terus berkoordinasi dengan Poltabes Solo untuk melacak kunci museum.
(djo/djo)











































